wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Semarang: Budidaya Hidroponik di : Inovasi Berbasis Lingkungan

semarang — ID news

“Pemanfaatan galon bekas tidak hanya mendukung efisiensi budidaya, tetapi juga sejalan dengan upaya mengurangi limbah plastik,” ujar Faiza, seorang mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang terlibat dalam program budidaya hidroponik di Desa Papringan, Semarang.

Program ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Mahasiswa UNS Tahun 2026, yang bertujuan untuk mewujudkan desa mandiri pangan yang sehat, ramah lingkungan, dan ekonomis. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengajarkan warga setempat cara budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, yang dikenal sebagai hidroponik.

Hidroponik menggunakan media tanam seperti galon bekas, rockwool, cocopeat, kerikil, batu, atau arang sekam. Sistem sumbu, yang merupakan teknik hidroponik paling sederhana, diterapkan dengan satu galon yang memiliki enam lubang, di mana setiap lubangnya ditanami satu tanaman.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota PKK setempat, yang menunjukkan dukungan komunitas terhadap inisiatif tersebut. Sri Widarti, salah satu peserta, menambahkan, “Kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi saya dan memang layak untuk dibudidayakan, di samping untuk penyediaan pangan sehat juga turut mengurangi limbah plastik.”

Di sisi lain, PT Mingbao Lianchuang International, yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Semarang, juga berkontribusi terhadap perekonomian lokal dengan menyerap 350 tenaga kerja hingga tahun 2026. Perusahaan ini mencatatkan nilai investasi mencapai Rp50 miliar pada tahun yang sama, dengan proyeksi jumlah tenaga kerja meningkat menjadi 700 pada tahun 2030.

Program budidaya hidroponik ini juga merupakan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yang berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam penyediaan pangan.

Waktu berbuka puasa di Semarang pada 17 Maret 2026 adalah pukul 17.54 WIB, yang bertepatan dengan Hari ke-27 Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan dan pengelolaan limbah.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Desa Papringan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menerapkan budidaya hidroponik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.