Apakah San Diego FC dapat bangkit setelah kekalahan telak di Concacaf Champions Cup? San Diego FC akan menghadapi Real Salt Lake (RSL) dalam pertandingan Major League Soccer (MLS) pada 22 Maret 2026, setelah baru saja menelan kekalahan 4-0 dari Toluca FC.
RSL berusaha memperpanjang catatan kemenangan mereka menjadi empat pertandingan berturut-turut, saat ini memiliki 9 poin dari 4 pertandingan (3 menang, 1 kalah). Sementara itu, San Diego FC memiliki catatan 3 kemenangan dan 1 hasil imbang, mencetak 11 gol dan hanya kebobolan 3 dalam empat pertandingan MLS pertama mereka.
Pada pertandingan terakhir mereka, San Diego FC bermain imbang 3-3 melawan FC Dallas setelah sempat unggul 2-0. Musim lalu, kedua tim saling mengalahkan dalam dua pertemuan, dengan San Diego menang 3-1 di Sandy, Utah, dan RSL membalas dengan kemenangan 3-1 di San Diego.
Gelandang Stijn Spierings menjadi penentu kemenangan saat RSL mengalahkan Austin FC 2-1 pekan lalu, mencetak gol debutnya di menit ke-88. Pelatih RSL, Pablo Mastroeni, memuji Spierings yang langsung memberikan dampak positif bagi tim. “Membawa pemain baru ke dalam tim yang sedang dalam performa bagus selalu menjadi tantangan. Kami mendatangkan Stijn karena dia memiliki kualitas luar biasa yang akan membantu tim,” ujar Mastroeni.
San Diego FC perlu meningkatkan performa pertahanan setelah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir. “Kami harus percaya pada diri sendiri. Kami memiliki perasaan yang baik saat bermain di kandang,” kata Marcus Ingvartsen, salah satu pemain kunci San Diego FC.
RSL bertekad untuk melanjutkan tren positif mereka dan meraih kemenangan keempat berturut-turut. “Mereka sangat dinamis, dan pergerakan mereka sangat bagus,” tambah Mastroeni mengenai tim lawan.
Dengan kedua tim memiliki motivasi tinggi, pertandingan ini diharapkan akan menjadi duel yang menarik. Detail tetap belum terkonfirmasi mengenai kondisi pemain dan strategi yang akan diterapkan oleh masing-masing tim.












