The numbers
Pada perdagangan terakhir, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,14%, mencapai level harga Rp 242. Kenaikan ini menjadi perhatian di tengah fluktuasi pasar yang terjadi secara global. Saham BUMI memiliki potensi untuk menguat ke level resistance, dengan target terdekat di kisaran Rp 248 hingga Rp 254.
Dalam analisis terbaru, CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa saham BUMI merupakan pilihan spekulatif dengan area support di Rp 236. Mereka merekomendasikan untuk melakukan cutloss jika harga saham turun di bawah Rp 230, namun jika tidak, ada potensi untuk naik ke target yang telah ditentukan.
Saham BUMI juga mencatatkan penguatan sebesar 7% dalam sepekan terakhir, meskipun mengalami kenaikan tipis 0,8% dalam sebulan terakhir. Namun, secara year to date, saham ini melemah hingga 33,8%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi penguatan, saham BUMI masih menghadapi tantangan dari penurunan yang signifikan di awal tahun ini.
Pada 6 April 2026, investor asing mencatatkan net sell saham BUMI sebesar Rp 66,6 miliar, menjadikannya salah satu dari 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing. Di seluruh pasar, total net sell oleh investor asing mencapai Rp 622,92 miliar, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar.
IHSG juga mengalami penurunan, ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53% di posisi 6.989,43 pada hari yang sama. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar, yang sering kali menjadi magnet bagi para pelaku pasar yang aktif bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Secara teknikal, Satriawan, seorang analis pasar, menyatakan bahwa BUMI telah berhasil menembus level resistance dinamisnya. Hal ini memberikan harapan bagi investor bahwa ada potensi untuk pergerakan harga yang lebih baik ke depannya. Namun, penting bagi investor untuk tidak hanya terpaku pada euforia kenaikan harga, tetapi juga untuk menyiapkan strategi keluar yang jelas.
Saham BUMI dan DEWA menjadi sorotan utama karena kenaikannya yang signifikan di tengah fluktuasi pasar global. Meskipun ada potensi penguatan, investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap kondisi pasar yang dapat berubah dengan cepat.
Details remain unconfirmed.













