Apakah masa depan Red Sparks terancam setelah cedera Megawati Hangestri? Saat ini, tim asal Korea Selatan ini sedang menghadapi tantangan besar, terutama setelah Megawati memutuskan untuk fokus pada pemulihan cedera lututnya dan tidak kembali ke Liga Voli Korea untuk musim 2026/2027.
Megawati Hangestri, yang mencetak 802 poin dan menduduki peringkat ketiga top skor Liga Korea Selatan pada musim 2024/2025, diharapkan kembali ke Red Sparks oleh para penggemar. Namun, setelah Red Sparks finis di posisi juru kunci di V-League 2025/2026 dengan hanya 8 kemenangan dari 26 laga, situasi semakin rumit.
Tim ini juga baru saja mengakhiri kerja sama dengan dua pemain kunci, Elisa Zanette dan Wipawee Srithong. Penggemar Red Sparks mengungkapkan harapan mereka agar Megawati dapat kembali, dengan salah satu dari mereka menyatakan, “Goodbye and Good luck Zanette. Saya ingin sekali melihat jersey nomor 8 Red Sparks dipakai kembali oleh pemiliknya.”
Megawati merayakan Lebaran 2026 di Jember, Jawa Timur, dan dalam pernyataannya, ia mengucapkan, “Minal Aidzin wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.”
Di sisi lain, agen Megawati menegaskan, “Tekad Mega untuk menyelesaikan perawatan lututnya dan kembali menantang panggung Korea dalam kondisi sehat tetap tidak berubah.” Ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan dari penggemar, kembalinya Megawati ke tim tidak pasti.
Perubahan regulasi juga menjadi faktor penting. KOVO mengubah sistem perekrutan pemain asing Asia menjadi bebas transfer mulai musim 2026/2027, yang dapat mempengaruhi strategi tim dalam merekrut pemain baru. Gaji untuk pemain asing Asia baru ditetapkan sebesar 150.000, sementara pemain asing non-Asia debut akan mendapatkan 250.000 dan yang memperpanjang kontrak 300.000.
Dengan Red Sparks yang hanya meraih 8 kemenangan dari 26 laga dan mengalami 28 kekalahan dari 36 pertandingan, masa depan tim ini tampak suram tanpa kehadiran Megawati. Detail mengenai kembalinya Megawati ke Red Sparks tetap belum terkonfirmasi, dan rumor tentang kembalinya Megawati dibantah oleh agennya.
Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi para penggemar dan manajemen tim. Apakah Red Sparks dapat bangkit dari keterpurukan ini? Hanya waktu yang akan menjawabnya.













