Pada tanggal 18 Maret 2026, Real Madrid dan Manchester City bertemu di Etihad Stadium untuk leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi kedua tim, terutama bagi Manchester City yang berusaha membalikkan keadaan setelah kalah 3-0 di leg pertama.
Sejak awal pertandingan, Real Madrid menunjukkan dominasi mereka. Pada menit ke-20, Manchester City harus bermain dengan 10 pemain setelah Bernardo Silva menerima kartu merah. Keputusan ini memberikan keuntungan bagi Real Madrid untuk mengendalikan permainan.
Meski dalam keadaan tertekan, Manchester City berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui gol dari Erling Haaland. Namun, Real Madrid tidak membiarkan momentum itu bertahan lama.
Vinicius Junior menjadi bintang lapangan dengan mencetak kedua gol untuk Real Madrid. Gol pertamanya tercipta sebelum babak pertama berakhir, dan gol keduanya datang pada menit ke-90+3, memastikan kemenangan 2-1 di leg kedua.
Dengan hasil ini, Real Madrid melaju ke perempat final Liga Champions dengan agregat 5-1. Kemenangan ini menegaskan kembali posisi mereka sebagai salah satu tim terkuat di Eropa, mengingat mereka adalah juara bertahan terakhir kali pada musim 2017/18.
Dominasi Real Madrid dalam pertandingan ini tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari permainan yang terorganisir dan efisien. Mereka berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan menunjukkan ketangguhan mental yang diperlukan di level kompetisi tertinggi.
Manchester City, meskipun kalah, menunjukkan semangat juang yang tinggi, terutama setelah gol penyama dari Haaland. Namun, mereka harus menghadapi kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi ini.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions, sementara Manchester City harus merenungkan strategi mereka untuk musim depan. Pertandingan ini menjadi pengingat akan pentingnya disiplin dan konsentrasi dalam pertandingan-pertandingan penting.













