Key moments
Sebelum perkembangan terbaru ini, banyak yang mengharapkan bahwa teknologi komputasi klasik akan terus mendominasi dunia teknologi informasi. Komputer tradisional, yang hanya dapat menangani satu perhitungan pada satu waktu, dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan penelitian. Namun, dengan kemajuan dalam teknologi, harapan ini mulai tergeser.
Perubahan signifikan terjadi ketika Maryland Rep. Glenn Ivey mempersembahkan hibah sebesar $1 juta untuk mendukung kemitraan publik-swasta di University of Maryland. Kemitraan ini bertujuan untuk membantu bisnis kecil dalam memanfaatkan alat AI, yang merupakan langkah awal dalam mengintegrasikan komputasi kuantum dengan teknologi AI. Komputasi kuantum, yang memungkinkan mesin memproses jutaan kemungkinan sekaligus, menawarkan potensi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan komputer tradisional.
Langkah ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menandai momen penting dalam kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Dengan adanya dukungan ini, University of Maryland dan perusahaan seperti IonQ dapat mempercepat penelitian dan pengembangan dalam bidang komputasi kuantum, yang diharapkan dapat mempercepat penelitian medis, memecahkan masalah rantai pasokan, dan meningkatkan keamanan siber.
Namun, dengan kemajuan dalam komputasi kuantum, muncul juga tantangan baru. Dell Technologies, sebagai salah satu pemimpin dalam teknologi, memperkenalkan fitur keamanan baru untuk melindungi organisasi dari ancaman yang ditimbulkan oleh komputasi kuantum dan AI. Menurut John Roese, global CTO dan chief AI officer di Dell Technologies, “Komputasi kuantum akan merusak enkripsi dan tanda tangan digital yang melindungi data saat ini, sementara AI yang otonom meningkatkan nilai data dan membagikannya secara mandiri antar tim dan organisasi.”
Keamanan menjadi perhatian utama, terutama karena komputasi kuantum dapat mengancam fondasi keamanan yang melindungi perangkat saat ini. Dell memperkenalkan fitur keamanan yang siap untuk kuantum pada PC komersialnya untuk melindungi dari serangan yang dapat menghindari alat keamanan tradisional. Menurut penelitian Cyber Resilience Insights dari Dell, hanya 40% organisasi global yang berhasil mengendalikan dan memulihkan dari serangan siber dengan dampak minimal.
Javier González Belinchón, direktur Corporate Infrastructure & Operations di Palladium Hotel Group, menyoroti pentingnya teknologi dalam industri perhotelan, “Dalam perhotelan mewah, bahkan gangguan IT singkat selama operasi puncak dapat memiliki dampak besar. Kami bekerja dengan beban kerja yang berat, dan kemampuan Transparent Snapshots dari PowerProtect Data Manager memberikan perbedaan nyata.”
Fernando Montenegro, wakil presiden dan pemimpin praktik di Cybersecurity & Resilience, Futurum, menambahkan, “Seiring dengan meningkatnya adopsi AI, tim keamanan perlu melindungi lebih banyak data bernilai tinggi di area di mana kontrol tradisional mungkin tidak memberikan visibilitas yang memadai tentang bagaimana ancaman bergerak di seluruh beban kerja dan platform data AI.”
Dengan perkembangan ini, Maryland menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat inovasi dalam komputasi kuantum dan AI, dengan harapan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi bisnis kecil dan masyarakat secara keseluruhan. Namun, tantangan keamanan yang muncul memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terlibat.













