Pada 6 April 2026, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami kenaikan sebesar 6,14 persen pada penutupan sesi I. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi, di mana saham-saham lain seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengalami penurunan yang signifikan, mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Perbaikan kondisi keuangan BUMI menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan sahamnya. Perusahaan ini berhasil menghapus defisit sebesar USD2,28 miliar melalui kuasi reorganisasi pada akhir 2024. Hal ini memungkinkan BUMI untuk memulai tahun 2025 dengan saldo laba ditahan mencapai USD81,01 juta.
Pendapatan BUMI juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan peningkatan sebesar 4,79% pada tahun 2025, mencapai USD1,42 miliar. Beban pokok penjualan perusahaan ini juga turun menjadi USD1,17 miliar, yang berkontribusi pada peningkatan Gross Profit Margin (GPM) dari 12,45% pada 2024 menjadi 17,48% pada 2025.
Utang berbunga BUMI saat ini berada di kisaran USD311,69 juta, dengan rasio utang terhadap modal (Debt to Equity Ratio/DER) yang hanya 0,11 kali. Posisi kas perusahaan mencapai USD118,59 juta, menunjukkan likuiditas yang cukup baik.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang diharapkan menjadi forum untuk membahas pembagian dividen perdana, yang sebelumnya terhambat oleh tumpukan defisit pada saldo laba. Hal ini menjadi perhatian penting bagi para pemegang saham yang menantikan imbal hasil dari investasi mereka.
Secara keseluruhan, perkembangan positif ini menunjukkan bahwa PT Bumi Resources Tbk sedang berada di jalur yang tepat untuk pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kenaikan saham dan perbaikan keuangan yang signifikan dapat memberikan dampak positif bagi investor dan pasar secara keseluruhan.














