“Dengan melepas lebih dari 764 juta lembar saham, Prajogo Pangestu sedang membuka pintu bagi likuiditas yang lebih sehat dan tata kelola perusahaan yang lebih transparan.” Pernyataan ini mencerminkan langkah strategis yang diambil oleh Prajogo Pangestu, pemilik Barito Group, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026, Prajogo melakukan penjualan saham CUAN dalam 18 kali transaksi. Dari penjualan tersebut, ia berhasil meraup dana segar sekitar Rp850,28 miliar. Meskipun melepas sejumlah besar saham, Prajogo masih mempertahankan 83,41% kepemilikan saham di perusahaan tersebut.
Harga pelepasan saham berkisar antara Rp1.045 hingga Rp1.150 per lembar, menunjukkan adanya minat yang tinggi dari para investor. CUAN sendiri memiliki tujuh konsesi tambang batubara di Kalimantan dan juga terlibat dalam pertambangan emas dan perak melalui anak usahanya, PT Intam.
“Langkah divestasi ini tidak dilakukan dalam satu waktu, melainkan melalui 18 kali transaksi yang terbagi dalam rentang waktu empat hari bursa,” tambah sumber yang dekat dengan transaksi tersebut. Hal ini menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan terencana dalam meningkatkan jumlah saham yang beredar di masyarakat.
Dengan menambah jumlah saham yang beredar, diharapkan likuiditas perdagangan saham CUAN akan semakin meningkat. Ini adalah langkah penting untuk menarik lebih banyak investor dan memperkuat posisi CUAN di pasar modal Indonesia.
Selain itu, masuknya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dalam daftar emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi versi BEI mempertegas bahwa saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar, termasuk milik Prajogo Pangestu, akan terus menjadi perhatian. “Masuknya BREN dalam daftar BEI pun mempertegas bahwa saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar, termasuk milik Prajogo Pangestu, akan terus menjadi perhatian,” ungkap seorang analis pasar.
Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan likuiditas, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan di CUAN dan anak perusahaannya. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Details remain unconfirmed.














