Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menjadi sorotan terkait berita hoaks yang menyatakan bahwa ia membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) secara cuma-cuma kepada masyarakat. Prabowo menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan meminta agar THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengemudi ojek online diberikan tepat waktu.
Dalam klarifikasinya, Prabowo menyebutkan bahwa video yang beredar mengenai dirinya membagikan THR memiliki kemungkinan 99,9% merupakan hasil rekayasa AI. Hal ini menambah kejelasan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam penyebaran informasi yang menyesatkan.
Selain itu, Prabowo juga menanggapi isu mengenai komitmen Indonesia untuk menyumbang USD1 miliar kepada Dewan Perdamaian. Ia menegaskan, “Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar Dolar.” Pernyataan ini muncul setelah ia tidak hadir dalam pertemuan para pendiri Dewan Perdamaian, yang menimbulkan spekulasi mengenai posisi Indonesia dalam organisasi tersebut.
Dalam acara gelar griya Idulfitri di Istana Kepresidenan Jakarta, ribuan warga hadir dan merasa senang dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Salah satu peserta, Aji Agung Waruna, menyatakan, “Alhamdulillah, tahun ini saya bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden Prabowo.”
Acara tersebut juga memberikan momen bahagia bagi anak-anak, seperti Ayu, yang mendapatkan hadiah berupa mainan dari Presiden. Ayu mengungkapkan, “Senang banget. Bahagia. Senang banget bisa ketemu, dapat mainan.”
Prabowo Subianto berusaha untuk menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar seperti Idulfitri. Ia berharap agar semua warga dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di momen tersebut.
Namun, meskipun banyak yang menyambut positif kehadiran Prabowo, terdapat ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya terkait komitmen Indonesia di Dewan Perdamaian. Details remain unconfirmed.














