Brigadir Fajar Permana menunjukkan dedikasi tanpa batas dalam tugasnya di Polri. Ia gugur setelah bertugas mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah kehilangan yang sangat dirasakan oleh keluarga besar Polri. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar Polri kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya,” ungkap pernyataan resmi dari Polri.
Dalam konteks ini, Polri telah menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026. Operasi ini berlangsung selama 13 hari, dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri. Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengonfirmasi penutupan tersebut, menyatakan, “Malam ini (Rabu (25/3)) pukul 24.00 WIB, mendasari TR Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat sudah ditutup.”
Selama Operasi Ketupat 2026, volume kendaraan pada puncak arus mudik mencapai 270.315 kendaraan, menunjukkan peningkatan 4,62 persen dibandingkan tahun 2025. Meskipun ada peningkatan volume kendaraan, tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas turun sebesar 30,89 persen selama operasi tersebut, menandakan keberhasilan dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Di sisi lain, pada hari penutupan operasi, personel Polsek Woyla Barat melaksanakan patroli Harkamtibmas di Gampong Pasi Mali, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 12.05 WIB dan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Iptu Munandar, S.H. menjelaskan, “Melalui patroli Harkamtibmas ini, kami ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi sejak dini.”
Selama patroli, tidak ditemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan sosial, yang menunjukkan efektivitas kehadiran Polri di lapangan. Dengan penutupan Operasi Ketupat 2026, Polri berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam momen-momen penting seperti perayaan Idul Fitri.













