wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Perundingan Iran dan Amerika Gagal di Islamabad

perundingan iran dan amerika — ID news

Pada tanggal 12 April 2026, perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Perundingan yang berlangsung selama 21 jam ini dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Kegagalan perundingan ini disebabkan oleh perbedaan yang signifikan dalam tuntutan kedua belah pihak. Iran menyebut tuntutan yang diajukan oleh Amerika Serikat sebagai tidak masuk akal, sementara Vance menegaskan bahwa Iran tidak mau menerima syarat-syarat yang ditawarkan oleh AS. Sebelum perundingan dimulai, AS telah mengajukan 15 tuntutan kepada Iran, termasuk pencabutan sanksi dan penghentian serangan secara permanen.

Perundingan ini merupakan yang pertama sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979, dan berlangsung di tengah situasi perang yang telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang di Iran dan 2.020 orang di Lebanon. Tuntutan utama Iran dalam perundingan ini adalah pencabutan sanksi yang telah mengakibatkan pembekuan aset senilai 120 miliar dolar.

JD Vance menyatakan, “Kabar buruk bahwa kita tidak bisa mencapai kesepakatan, dan saya pikir, kabar ini lebih buruk bagi Iran daripada bagi Amerika Serikat.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa kegagalan perundingan dapat memperburuk situasi di kawasan tersebut.

Delegasi Iran juga memberikan pernyataan mengenai proses perundingan. Menurut IRIB, “Delegasi Iran berunding terus-menerus dan intensif selama 21 jam untuk melindungi kepentingan nasional rakyat Iran; meski sudah ada berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan-tuntutan yang tidak masuk akal dari kubu Amerika menghambat kemajuan perundingan.” Hal ini menunjukkan adanya upaya dari pihak Iran untuk mencapai kesepakatan, meskipun hasilnya tidak memuaskan.

Esmaeil Baqaei, seorang pejabat Iran, menambahkan bahwa keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, serta penerimaan hak dan kepentingan sah Iran. Pernyataan ini menyoroti pentingnya dialog yang konstruktif dalam menyelesaikan konflik yang berkepanjangan.

Kegagalan perundingan ini menambah daftar tantangan yang dihadapi oleh kedua negara dalam upaya mencapai kesepakatan damai. Dengan situasi yang semakin kompleks, masa depan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat tetap tidak pasti. Details remain unconfirmed.