Persib Bandung baru saja menerima denda sebesar US$8.750 atau setara Rp148 juta dari AFC setelah terjadinya kericuhan antarsuporter dalam pertandingan di Thailand. Denda ini dijatuhkan setelah Komite Disiplin dan Etik AFC menggelar sidang pada 2 April 2026, dan merupakan pelanggaran keempat yang dialami Persib selama Liga Champions Asia Two 2025/2026.
Meskipun menghadapi sanksi, Persib Bandung tetap menunjukkan performa yang mengesankan di BRI Super League 2025/26. Tim yang dilatih oleh Bojan Hodak ini berpredikat sebagai tim dengan kebobolan paling sedikit, hanya 14 kali dalam 25 pertandingan. Saat ini, Persib menempati posisi puncak klasemen dengan 58 poin, menjadikannya sebagai salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar juara.
Julio Cesar, salah satu pemain kunci Persib, menyebutkan bahwa timnya adalah grup yang tangguh. “Lini belakang sangat tangguh, Pato (Matricardi), Barba bermain sangat baik,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada masalah di luar lapangan, performa di dalam lapangan tetap menjadi prioritas utama bagi tim.
Persib Bandung kini hanya perlu mempertahankan konsistensi dalam sembilan laga terakhir untuk memastikan posisi mereka di puncak klasemen. “Kami punya sembilan laga final dan sekarang kami fokus dulu untuk menghadapi Semen Padang,” tambah Julio Cesar, menegaskan pentingnya setiap pertandingan yang akan datang.
Dengan situasi ini, Persib harus berupaya untuk tidak hanya memperbaiki citra mereka di mata AFC tetapi juga menjaga performa terbaik mereka di liga domestik. Penonton yang tergabung dalam tim Terdakwa terlibat dalam pertikaian dengan penonton yang tergabung dalam tim tuan rumah, suatu tindakan perilaku yang tidak pantas, yang menjadi salah satu penyebab denda yang dijatuhkan.
Ke depan, Persib Bandung diharapkan dapat mengatasi tantangan ini dan terus bersaing di level tertinggi. Namun, detail mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan masih belum jelas. Details remain unconfirmed.














