Kekalahan ini bukan sekadar hilangnya tiga poin, melainkan sebuah penegasan atas masalah kronis yang menghantui Persiba sepanjang musim. Pada tanggal 28 Maret 2026, Persela Lamongan berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Persiba Balikpapan di Stadion Surajaya, Lamongan.
Gol pertama untuk Persela dicetak oleh Mochamad Adam Malik pada menit ke-55, diikuti oleh gol kedua yang dicetak oleh Riski Utomo pada menit ke-79. Kemenangan ini menjadi penting bagi Persela, yang kini menempati urutan ke-5 dengan 33 poin, setelah sebelumnya mengalami dua kekalahan berturut-turut.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Persiba berada di urutan ke-8 dengan 17 poin, hanya satu poin di atas PSIS Semarang yang berada di peringkat ke-9. Persiba telah menelan 13 kekalahan dari 22 pertandingan yang telah dilakoni, memperpanjang tren negatif yang mengancam posisi mereka di liga.
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertandingan. “Secara hasil tentu ini sangat mengecewakan,” katanya. Ia juga menyoroti masalah nonteknis sebagai penyebab kekalahan, menyatakan, “Ini merupakan puncak dari hal-hal yang terjadi di dalam tim, terutama soal nonteknis.”
Leonard menambahkan, “Tapi sekali lagi, persiapan kami minim. Dan itu memang terlihat di pertandingan; mereka kedodoran, terutama fisik.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi Persiba bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam persiapan tim secara keseluruhan.
Di sisi lain, Bima Sakti, pelatih Persela, merasa bersyukur atas kemenangan ini. “Alhamdulillah kami bisa memenangi pertandingan di kandang. Kemenangan ini untuk mengangkat performa dan motivasi para pemain,” ujarnya. Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi momentum positif bagi Persela untuk melanjutkan performa baik mereka di sisa musim.
Dengan hasil ini, Persiba harus segera mencari solusi untuk memperbaiki performa mereka agar tidak terancam degradasi. Observers believe that the team needs to address both technical and non-technical issues to regain their competitive edge.













