Pemerintah Indonesia masih mengkaji rencana penerapan pembelajaran daring di sekolah mulai April 2026. Kebijakan tersebut belum diputuskan secara final dan merupakan bagian dari strategi nasional menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kebijakan efisiensi energi perlu mempertimbangkan pengalaman saat masa pandemi COVID-19. Kebijakan penghematan energi direncanakan mulai berlaku pada April 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional, yang saat ini telah melampaui 1,6 juta barel per hari.
Pratikno juga menekankan, “Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat.”
Pemerintah mengarahkan agar pembelajaran praktikum tetap bersifat tatap muka, meskipun ada rencana untuk pembelajaran daring. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Kebijakan penghematan energi ini juga diterapkan oleh negara-negara Asia Tenggara. Namun, keputusan pemerintah untuk belajar di rumah ini belum diputuskan. Kebijakan tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut sebelum resmi diberlakukan.
Details remain unconfirmed.











