Francesco Bagnaia, pebalap Ducati, mengalami kesulitan yang signifikan dalam kariernya di MotoGP, terutama sejak kedatangan Marc Marquez. Dalam lima grand prix terakhir di MotoGP 2025, Bagnaia gagal finis, yang membuatnya hanya mampu menempati posisi kelima di klasemen akhir musim tersebut.
Marquez menunjukkan performa yang mengesankan dengan memenangi 25 dari 36 balapan dalam 18 seri di MotoGP 2025, sementara Bagnaia berjuang untuk menemukan ritme yang tepat. Pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, Bagnaia finis di posisi kesembilan baik di sprint maupun balapan utama, menandakan bahwa tantangan masih ada di depan.
Bagnaia mengakui bahwa ia kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan pada motornya. “Aku enggak bisa menunggangi motor yang telah berubah dari tahun sebelumnya, ketika motornya sempurna,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya stabilitas dalam performa motor bagi seorang pebalap.
Meski mengalami kesulitan, Bagnaia tetap optimis. Ia menyatakan, “Saya bukan orang yang mudah menyerah. Kami semua memberikan seratus persen, kami dibayar untuk itu, dan tidak ada sedikit pun ide untuk menyerah.” Pernyataan ini mencerminkan tekadnya untuk bangkit dan memperbaiki performanya di musim yang akan datang.
Bagnaia juga mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari legenda MotoGP seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez, yang diharapkan dapat membantunya dalam menghadapi tantangan di masa depan. Ia berharap dapat memperbaiki performanya dan kembali bersaing di level atas.
Sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada tahun 2021, Bagnaia mengalami musim terburuknya. Dengan harapan untuk memulai dan mengakhiri kariernya di MotoGP bersama Ducati, ia bertekad untuk mengubah nasibnya di musim 2026.
Reaksi dari penggemar dan analis MotoGP menunjukkan kekhawatiran terhadap performa Bagnaia, namun banyak yang juga memberikan dukungan untuknya. Mereka berharap bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, Bagnaia dapat kembali ke jalur kemenangan.
Dengan musim yang masih panjang, semua mata akan tertuju pada Bagnaia dan Ducati untuk melihat apakah mereka dapat mengatasi tantangan ini dan kembali bersaing di puncak MotoGP.














