Patrick Kluivert dipecat dari posisinya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada bulan Maret 2026, setelah tim gagal mencapai kualifikasi untuk Piala Dunia 2026. Indonesia tersingkir di babak keempat kualifikasi, setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak.
Kluivert, yang diangkat sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025, menggantikan Shin Tae-yong. Meskipun ada harapan besar untuk mencapai hasil yang signifikan, Kluivert tidak dapat memenuhi ekspektasi tersebut.
Dalam pernyataannya, Kluivert mengakui bahwa target untuk lolos ke Piala Dunia adalah hal yang sangat sulit. “Secara realistis, itu juga sangat sulit, kami harus menghadapi Arab Saudi dan Irak,” ujarnya.
Setelah pemecatannya, Kluivert menyatakan bahwa meskipun hasil yang dicapai tidak sesuai harapan, ia menikmati waktu yang dihabiskannya di Indonesia. “Saya menikmati waktu saya di Indonesia. Terlepas dari tekanan dan perubahan, itu adalah pengalaman yang luar biasa,” tambahnya.
Selama masa jabatannya, Kluivert diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi tim, namun kenyataannya berbanding terbalik. Indonesia tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia setelah hanya lima bulan sejak pemecatannya.
Setelah meninggalkan Timnas Indonesia, Kluivert diangkat sebagai penasihat untuk tim nasional Suriname. Ia menyatakan bahwa karier kepelatihannya belum berakhir dan ia terbuka untuk proyek baru. “Karier kepelatihan saya belum berakhir. Jika ada proyek yang sesuai, saya siap berpartisipasi,” ungkapnya.
Kluivert menekankan bahwa ia masih memiliki semangat untuk melatih dan berharap dapat terlibat dalam proyek yang menarik di masa depan. “Saya belum selesai melatih atau melakukan hal semacam itu. Jika ada proyek bagus yang bisa saya ikuti, kami akan melakukannya,” tuturnya.
Dengan pemecatan Kluivert, perhatian kini beralih kepada siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Detail mengenai pengganti Kluivert belum diumumkan dan tetap menjadi tanda tanya bagi para penggemar sepak bola Indonesia.














