Sebelum perkembangan ini, tidak ada indikasi bahwa kapal berbendera Panama akan mengalami penahanan di pelabuhan China. Namun, situasi berubah drastis pada 8 Maret 2026, ketika China mulai menahan kapal-kapal tersebut. Hingga saat ini, jumlah kapal berbendera Panama yang ditahan telah mencapai hampir 70.
Perubahan ini terjadi setelah Panama mencabut konsesi jangka panjang CK Hutchison Holdings untuk mengoperasikan terminal kontainer Balboa dan Cristóbal. Keputusan ini memicu reaksi dari pemerintah China, yang mulai melakukan inspeksi ketat terhadap kapal-kapal berbendera Panama.
Data menunjukkan bahwa pemilik Jepang menyumbang sebagian besar kapal yang ditahan, yakni 39% dari total kapal yang terpengaruh. Hal ini menunjukkan dampak langsung dari keputusan Panama terhadap pemilik kapal internasional.
CK Hutchison Holdings, yang merasa dirugikan oleh pencabutan konsesi tersebut, telah mengajukan klaim arbitrase yang bisa melebihi $2 miliar. Tindakan ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara perusahaan dan pemerintah Panama.
Ketua Komisi Maritim Federal (FMC), Komisioner Laura DiBella, menyatakan bahwa mereka memantau peningkatan inspeksi dan penahanan kapal berbendera Panama. Ia menegaskan, “Tindakan oleh pemerintah asing yang menahan, menunda, atau menghalangi pergerakan kapal tidak sesuai dengan mandat Komisi untuk melindungi keandalan dan integritas rantai pasokan global Amerika.”
Pihak berwenang di Panama dan China kini terjebak dalam sengketa yang dapat mempengaruhi hubungan perdagangan antara kedua negara. Penahanan kapal ini tidak hanya berdampak pada pemilik kapal, tetapi juga pada rantai pasokan global yang lebih luas.
Dalam konteks ini, APM Terminals milik Maersk telah mengambil alih operasi di Balboa, sementara Terminal Investment Limited, bagian dari Mediterranean Shipping Company, mengasumsikan kendali Cristóbal. Langkah-langkah ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam pengelolaan terminal kontainer di Panama.
Dengan situasi yang terus berkembang, dampak dari penahanan kapal berbendera Panama di pelabuhan China masih harus dilihat. Para ahli memperingatkan bahwa ketegangan ini dapat memicu lebih banyak ketidakpastian di pasar maritim global.
Details remain unconfirmed.













