wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Oracle Memulai Putaran Pemecatan Besar-besaran

oracle — ID news

Key moments

Oracle telah memulai putaran pemecatan yang dapat mempengaruhi hingga 30.000 karyawan, dalam langkah yang mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah penurunan harga saham dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan permintaan infrastruktur AI yang terus meningkat.

Perusahaan ini, yang pada Mei 2025 mempekerjakan sekitar 162.000 orang, mengalami penurunan harga saham sebesar 54% sejak puncaknya pada bulan September. CEO Oracle, Mike Magouyrk, mengungkapkan bahwa “Permintaan akan infrastruktur AI, baik GPU maupun CPU, terus melebihi pasokan,” menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Oracle berencana untuk mengumpulkan $50 miliar melalui utang dan ekuitas tahun ini, sebuah langkah yang menunjukkan upaya perusahaan untuk memperkuat posisi keuangannya di tengah ketidakpastian. Kontrak Oracle dengan OpenAI, yang bernilai lebih dari $300 miliar, telah menyebabkan liabilitas perusahaan meningkat sebesar 359% menjadi $455 miliar.

Seorang analis memperkirakan bahwa pemecatan ini dapat menghasilkan tambahan $8 miliar hingga $10 miliar dalam arus kas bebas, yang dapat membantu Oracle dalam restrukturisasi untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru di mana AI diharapkan menghasilkan pendapatan yang signifikan.

Pemecatan ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana banyak perusahaan melakukan pemotongan pekerjaan sambil tetap berinvestasi dalam teknologi AI. Seperti yang dinyatakan oleh CNN, “Oracle bukan satu-satunya. Daftar raksasa teknologi yang ‘merumahkan’ karyawan makin panjang.”

Oracle telah lama berinvestasi secara besar-besaran dalam infrastruktur pusat data yang mampu menangani tugas-tugas AI, tetapi kini harus menghadapi kenyataan bahwa pemotongan pekerjaan mungkin menjadi langkah yang diperlukan untuk bertahan dalam pasar yang kompetitif.

Details remain unconfirmed. Oracle belum memberikan komentar resmi mengenai pemecatan massal ini, dan jumlah pasti karyawan yang terpengaruh masih belum jelas.