Pada pertandingan yang berlangsung di St James’ Park pada 22 Maret 2026, Newcastle United memulai dengan baik, memimpin 1-0 pada babak pertama berkat gol dari Anthony Gordon. Namun, harapan mereka untuk meraih kemenangan sirna ketika Sunderland berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol di babak kedua, mengakhiri pertandingan dengan skor 1-2.
Kekalahan ini sangat mengecewakan bagi Newcastle, yang sebelumnya diharapkan dapat mempertahankan posisi mereka di klasemen Premier League. Dengan hasil ini, Sunderland berhasil melampaui Newcastle dalam peringkat liga, menambah ketegangan dalam rivalitas yang sudah berlangsung lama antara kedua tim.
Insiden yang mencolok dalam pertandingan ini adalah adanya dugaan pelecehan rasial yang ditujukan kepada pemain Sunderland, Lutsharel Geertruida. Newcastle United mengutuk perilaku rasis tersebut dan berkomitmen untuk mengidentifikasi pelakunya, menegaskan bahwa mereka tidak memberikan ruang bagi rasisme di sepak bola.
Dalam analisis pasca-pertandingan, Alan Shearer mengkritik performa Newcastle di babak kedua, menyebutnya ‘sedih’ dan ‘lemah’. Pendapat ini mencerminkan kekecewaan yang dirasakan oleh banyak penggemar dan pengamat sepak bola, mengingat pentingnya derby ini bagi kedua tim.
Jamie Carragher, mantan pemain dan analis sepak bola, juga memberikan pandangannya, menyatakan bahwa ini adalah momen luar biasa bagi Sunderland, yang telah lama tidak bisa mengalahkan Newcastle di St James’ Park dalam kompetisi Liga Premier. “(Ini) 10 tahun sejak mereka bermain di St James’ Park di Liga Premier dan Newcastle tidak bisa mengalahkan Sunderland,” ujarnya.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Sunderland memiliki ekspektasi gol (xG) sebesar 2.45, sementara Newcastle hanya 1.45. Ini menunjukkan bahwa Sunderland lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka miliki, terutama di babak kedua.
Gol penentu kemenangan Sunderland dicetak pada menit ke-90, menambah drama dalam pertandingan yang sudah berlangsung ketat. Dengan hasil ini, Sunderland tidak hanya meraih tiga poin penting tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi pertandingan-pertandingan mendatang.
Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika rivalitas antara Newcastle dan Sunderland, dengan Sunderland kini berada di atas Newcastle dalam klasemen. Situasi ini tentunya akan menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan penggemar kedua tim.
Details remain unconfirmed.














