wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Musim Kemarau 2026: Prediksi dan Dampak di Indonesia

musim kemarau 2026 — ID news

“Regulatory harvesting yaitu menangkap hujan dari atap,” ungkap Emilya Nurjani, seorang ahli cuaca, saat membahas potensi musim kemarau yang akan datang. Musim kemarau panjang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026, dengan BMKG memperkirakan bahwa musim ini akan datang lebih awal dan lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026, dengan sekitar 64,5% wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kemarau dengan sifat bawah normal. Selain itu, 57,2% wilayah juga diprediksi akan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kota Cirebon, misalnya, diprediksi akan mulai beralih ke musim kemarau pada bulan April 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebutkan bahwa 114 zona musim akan memasuki musim kemarau pada periode tersebut.

Kondisi ini dipengaruhi oleh berakhirnya La Nina Lemah pada Februari 2026, yang berkontribusi pada peningkatan suhu Bumi sebesar 0,35 derajat Celsius dalam 10 tahun terakhir. “Kondisi ini tidak hanya berdampak pada cuaca panas dan kekeringan,” tambah Emilya Nurjani.

Menurut BMKG, ancaman utama yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko kebakaran lahan serta gangguan terhadap pertumbuhan dan produksi akibat kekurangan air. Masyarakat diimbau untuk menampung air sebanyak mungkin sebagai langkah mitigasi.

Di Kota Cirebon, BPBD Kota Cirebon telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan, termasuk penyaluran 350.000 liter air bersih kepada warga terdampak. “Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih lama,” kata Andi Wibowo, seorang pejabat setempat.

Dengan 46,5% wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih awal dan 61,4% wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus, masyarakat harus bersiap menghadapi tantangan yang akan datang.

Details remain unconfirmed.