Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengenai pembelian sepeda motor listrik yang baru-baru ini dikonfirmasi. BGN mengumumkan bahwa mereka telah melakukan pembelian motor listrik untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 25.000 unit.
Dadan Hindayana menambahkan, “Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025.” Namun, ia juga menjelaskan bahwa saat ini motor listrik tersebut belum didistribusikan. “Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Proses realisasi pengadaan motor listrik ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai pada Desember 2025. Dari total 25.000 unit yang dipesan, realisasi saat ini mencapai 21.801 unit. Dadan Hindayana menegaskan bahwa informasi mengenai jumlah pengadaan yang mencapai 70.000 unit adalah tidak benar.
Motor listrik yang digunakan adalah model Emmo JVX GT, yang memiliki harga Rp 49,95 juta. Motor ini dirancang untuk segala medan, dapat digunakan di jalan raya maupun offroad, dengan jarak tempuh mencapai 70 km dan kecepatan maksimal 85 km/jam.
Motor ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 72v 31Ah dan mendukung fast charging. Selain itu, motor ini juga memiliki garansi rangka selama 5 tahun dan komponen elektrik selama 1 tahun.
Keberadaan sepeda motor listrik untuk operasional MBG ini muncul di tengah langkah pemerintah mengumumkan defisit anggaran yang terjadi Kuartal I 2026. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam sektor pelayanan gizi meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas.
Dengan pengadaan motor listrik ini, diharapkan dapat mendukung mobilitas dan efektivitas kerja SPPG dalam menjalankan tugasnya. Proses administrasi sebagai BMN diharapkan dapat segera diselesaikan agar distribusi motor dapat dilakukan tepat waktu.
Informasi lebih lanjut mengenai pengadaan dan distribusi motor listrik ini akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan proses administrasi yang sedang berlangsung.














