Pada 5 Februari 2026, Morten Hjulmand terlibat dalam insiden yang memicu protes dari FC Porto. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Sporting CP dan AVS, di mana Hjulmand diduga melakukan tendangan terhadap Tiago Galetto. Namun, Dewan Disiplin Federasi segera menyetujui keputusan yang diambil di lapangan oleh wasit André Narciso, yang menilai tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Hjulmand.
Setelah Porto mengajukan keberatan, Dewan Non-Profesional memutuskan untuk mempertahankan penilaian wasit dan menolak klaim bahwa Hjulmand melakukan pelanggaran. VAR yang dipimpin oleh Bruno Esteves juga memastikan tidak ada alasan untuk melakukan intervensi, yang semakin memperkuat keputusan tersebut.
Pada 17 Maret 2026, Dewan Disiplin memutuskan untuk mengarsipkan kasus ini, menyatakan bahwa tidak terdapat indikasi pelanggaran disiplin oleh Hjulmand. Keputusan ini menunjukkan pentingnya evaluasi situasi di lapangan dengan dukungan teknologi VAR, yang berfungsi untuk memastikan keadilan dalam pertandingan.
Hjulmand dan Sporting CP melanjutkan pertandingan mereka dengan baik, meraih kemenangan atas AVS dengan skor 3-2. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-115 saat pertandingan ekstra waktu, namun tidak mempengaruhi hasil akhir. Dengan kemenangan ini, Sporting CP tetap tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Keputusan Dewan Disiplin dan hasil pertandingan ini meredakan kontroversi di kalangan penggemar dan media, yang sebelumnya sempat memperdebatkan insiden tersebut. Hjulmand kini dapat fokus pada pertandingan mendatang tanpa beban dari tuntutan yang telah dibatalkan.
Sementara itu, di kompetisi lain, Bodo/Glimt berhasil mengalahkan Inter Milan dengan agregat 5-2 untuk mencapai babak 16 besar Liga Champions, menambah ketegangan dalam dunia sepak bola Eropa.
Dengan situasi yang kini jelas, Hjulmand dan timnya dapat melanjutkan perjalanan mereka di liga dengan lebih percaya diri. Keputusan ini tidak hanya penting bagi Hjulmand, tetapi juga bagi Sporting CP yang berusaha mempertahankan performa terbaik mereka di kompetisi yang ketat.
Hjulmand bertindak sesuai aturan dalam pertandingan tersebut, dan keputusan ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat membantu dalam mengurangi kontroversi di lapangan. Hal ini juga menunjukkan bahwa keputusan yang diambil oleh wasit dan dewan disiplin dapat berdampak besar pada moral tim dan penggemar.
Dengan demikian, Morten Hjulmand kini bebas dari segala tuntutan dan siap untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam karirnya sebagai pemain sepak bola profesional.











