Andrea Petagna telah menjadi bintang di Monza dengan mencetak 7 gol dalam 19 penampilan selama musim 2025/26. Penampilannya yang mengesankan ini telah memberikan dampak signifikan bagi tim yang saat ini bersaing untuk promosi ke Serie A.
Petagna, yang memiliki rata-rata satu gol setiap 86 menit bermain, menunjukkan performa terbaiknya dengan mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut melawan Palermo, Cesena, dan Spezia. Hal ini menjadi kebangkitan setelah musim sebelumnya (2024/25) di mana ia tidak mencetak gol sama sekali.
Performa Petagna saat ini mengingatkan pada masa kejayaannya di SPAL pada awal tahun 2020, di mana ia juga mengalami periode mencetak gol yang luar biasa. Kehadiran Patrick Cutrone, yang bergabung pada bulan Januari, telah meningkatkan daya serang Monza dan memberikan lebih banyak peluang bagi Petagna untuk bersinar.
Monza saat ini berada satu poin di belakang pemimpin liga, Venezia, dan bertekad untuk menghindari play-off dengan mengamankan promosi langsung ke Serie A. “Kebangkitan performa Andrea Petagna memberikan dampak signifikan bagi stabilitas tim dan kepercayaan diri pendukung Monza,” ungkap seorang analis sepak bola.
Petagna kini dianggap sebagai ujung tombak serangan Monza, dan performanya yang meningkat telah membangkitkan semangat para pendukung. “Petagna has emerged as the focal point of Monza’s promotion campaign,” tambahnya.
Monza akan menghadapi Reggiana pada matchday ke-31 pada tanggal 17 Maret, yang akan menjadi ujian penting dalam upaya mereka untuk mencapai Serie A. “His current form suggests he is once again reaching those elite performance levels as Monza seeks an immediate return to the top flight,” kata seorang pengamat sepak bola.
Dengan performa yang terus meningkat, Petagna dan Monza berharap dapat terus meraih hasil positif dan memenuhi harapan para pendukung untuk kembali ke liga teratas Italia. Namun, detail mengenai perkembangan lebih lanjut masih belum terkonfirmasi.











