Bullying adalah masalah yang umum terjadi di banyak sekolah di seluruh AS, dengan sekitar 20 persen siswa berusia 12 hingga 18 tahun terpengaruh. Pada 17 September 2025, Shannon Tufuga ditangkap setelah diduga mengkidnap pengganggu anaknya yang autis dan menahannya hingga anak tersebut meminta maaf.
Menurut dokumen pengaduan, Tufuga menghadapi tuduhan penculikan anak dan penyalahgunaan anak yang diperberat. Dia diduga menghadang pengganggu tersebut saat sedang mengendarai sepeda dan memaksanya masuk ke dalam mobilnya. Setelah ditahan di rumah Tufuga, pengganggu tersebut akhirnya meminta maaf kepada anak Tufuga.
Namun, setelah permintaan maaf tersebut, Tufuga dilaporkan mengancam akan meminta suaminya untuk memukul pengganggu itu. “Dia mengancam akan meminta suaminya untuk memukul pengganggu yang dituduhkan,” ungkap laporan polisi.
Akibat insiden ini, pengganggu tersebut mengalami “gangguan emosional serius” selama beberapa bulan setelah kejadian. Dia juga harus mengubah rutinitas harian secara signifikan akibat dampak emosional yang ditimbulkan.
Awalnya, Tufuga menghadapi tuduhan kejahatan kelas satu, namun tuduhan tersebut kemudian dikurangi menjadi kejahatan kelas dua. Menurut Kantor Pengacara Kabupaten Utah, pengurangan ini dilakukan “demi kepentingan keadilan.”
Kasus ini menyoroti masalah bullying yang masih menjadi perhatian di sekolah-sekolah, meskipun prevalensinya telah menurun dari 28 persen pada tahun ajaran 2010-2011 menjadi 20 persen pada tahun ajaran 2020-2021.
Sejumlah pengamat dan pejabat mengatakan bahwa kasus ini akan terus dipantau, dan langkah-langkah lebih lanjut mungkin diambil untuk menangani isu bullying di sekolah. Sementara itu, Tufuga tetap menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya.
Details remain unconfirmed.












