PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mengalami suspensi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang mulai berlaku pada 13 April 2026. Penghentian ini dilakukan setelah harga saham MSIN mengalami lonjakan signifikan, mencatat kenaikan sebesar 11,39 persen pada penutupan perdagangan sebelumnya, mencapai level Rp1.320.
Sebelum suspensi, saham MSIN dibuka pada harga Rp1.185 dan sempat mencapai harga tertinggi Rp1.450. Dalam perdagangan pada 10 April 2026, harga terendah saham ini tercatat di level Rp1.155 dengan volume perdagangan mencapai 76.785.800 unit saham.
Lonjakan harga saham MSIN terlihat jelas, di mana harga sahamnya meningkat dari Rp670 pada awal bulan hingga mencapai Rp1.320 pada 13 April 2026. Saham ini juga mencetak penutupan perdagangan di level Auto Reject Atas (ARA) hingga 25 persen pada 2 April dan 9 April 2026.
Menurut Pande Made Kusuma Ari A. dari PT Bursa Efek Indonesia, penghentian sementara perdagangan saham MSIN dianggap perlu untuk memberikan perlindungan bagi investor. “Suspensi ini dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor serta memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasinya,” ujar Yulianto Aji Sadono.
Nilai kapitalisasi pasar PT MNC Digital Entertainment Tbk tercatat mencapai Rp80,09 triliun, menunjukkan besarnya pengaruh perusahaan ini di pasar modal Indonesia. Namun, dengan adanya suspensi ini, investor diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Harga saham yang melonjak tajam sebelum suspensi menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar, dan langkah ini diambil untuk mencegah potensi kerugian lebih lanjut bagi para investor. Detail lebih lanjut mengenai situasi ini masih belum terkonfirmasi.














