“Michael Bambang Hartono telah pergi. Dan seketika meja-meja bridge di hati saya terasa kosong,” ungkap Bert Toar Polii, seorang teman dekat dan rekan dalam dunia olahraga bridge, setelah mendengar kabar duka tersebut. Michael Bambang Hartono, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, meninggal dunia pada 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.
Lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 2 Oktober 1939, Michael Bambang Hartono adalah pemilik Grup Djarum dan juga dikenal sebagai pemilik mayoritas saham PT Bank Central Asia Tbk. Kekayaannya tercatat mencapai US$ 18,9 miliar per Maret 2026, menjadikannya salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia.
Michael Bambang Hartono tidak hanya dikenal di dunia bisnis, tetapi juga di dunia olahraga. Ia berkontribusi dalam olahraga bridge dan meraih medali perunggu di Asian Games 2018. Selain itu, ia juga berhasil meraih medali perunggu beregu putra di PON Ke-15 pada tahun 2000 dan PON Ke-18 pada tahun 2012. Prestasi lainnya termasuk meraih emas beregu senior dalam Kejuaraan Asia pada tahun 2009 dan 2011.
Dalam pernyataannya, Renitasari Adrian menyatakan, “Kami sangat kehilangan yang mendalam.” Pernyataan ini mencerminkan dampak besar yang ditinggalkan Michael Bambang Hartono, baik di kalangan keluarga, teman, maupun rekan bisnisnya. Ia menjadi simbol keberhasilan dan dedikasi dalam dunia yang ia geluti.
Victor Rachmat Hartono, salah satu anggota keluarga, menambahkan, “Seluruh kota (Kudus) ditanami pohon. Lebih banyak pohon, lebih adem, dingin, nyaman.” Ini menunjukkan betapa Michael Bambang Hartono peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya melalui berbagai inisiatif filantropi yang dilakukan oleh Djarum Foundation.
Michael Bambang Hartono juga dikenal atas kontribusinya dalam dunia olahraga bridge, di mana ia meraih perunggu beregu senior dalam Kejuaraan Dunia pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Ia menjadi wajah dan cerita yang menginspirasi banyak orang, seperti yang diungkapkan oleh Bert Toar Polii, “Ia menjadi wajah. Ia menjadi cerita. Ia menjadi simbol.”
Dengan kepergiannya, banyak yang merasakan kehilangan mendalam. Michael Bambang Hartono meninggalkan warisan yang tidak hanya berupa kekayaan, tetapi juga kontribusi nyata dalam berbagai bidang. Details remain unconfirmed.














