Apakah Max Verstappen masih memiliki harapan untuk meraih kesuksesan di Sirkuit Suzuka? Menjelang balapan yang dijadwalkan pada 29 Maret 2026, Verstappen mengungkapkan pesimisme terhadap tim Red Bull-nya, yang telah menghadapi kesulitan di awal musim ini.
Verstappen, yang merupakan juara dunia sebanyak empat kali, merasa bahwa Red Bull tidak dapat melakukan keajaiban dalam waktu dekat. “Ya, tapi pada saat yang sama hal ini sangat sulit untuk dipecahkan saat ini, jadi saya tidak mengharapkan keajaiban dalam semalam,” ujarnya.
Tim Mercedes, dengan duo pembalap George Russell dan Kimi Antonelli, telah mendominasi dua Grand Prix awal musim ini, sementara Verstappen mengaku tidak terkesan dengan performa timnya. Red Bull datang ke Sirkuit Suzuka dengan inovasi baru, termasuk perubahan pada sidepod, namun tantangan tetap besar.
Verstappen harus bekerja ekstra keras untuk mengulangi kesuksesan musim lalu, di mana ia kalah tipis dari Lando Norris dalam perebutan gelar juara dunia dengan selisih hanya dua poin. Jika Verstappen tidak dapat memperbaiki posisinya, ada kemungkinan ia bisa meninggalkan tim jika berada di posisi keempat atau lebih rendah setelah Grand Prix Hungaria.
Situasi ini semakin rumit dengan ketegangan yang terjadi antara Verstappen dan media. Ia sempat mengusir jurnalis Inggris sebelum sesi media di Jepang, menunjukkan kemarahan yang berakar dari insiden di GP Abu Dhabi tahun lalu. Verstappen pernah memboikot Sky Sports F1 setelah komentar yang dinilai tidak adil dari Ted Kravitz.
Dalam konteks ini, Verstappen merasa bahwa jurnalis Giles Richards sengaja menyudutkannya dengan hanya menyoroti insiden di Barcelona. “Tunggu sebentar. Saya tidak akan bicara sebelum dia keluar,” tegas Verstappen, menunjukkan ketidakpuasan terhadap cara media memberitakan dirinya.
Dengan semua tekanan ini, Verstappen dan tim Red Bull harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa mereka. Detail mengenai langkah-langkah yang akan diambil tim masih belum dikonfirmasi, dan semua mata akan tertuju pada balapan di Suzuka.












