Key moments
Sebelum pelantikan Markwayne Mullin, posisi Menteri Keamanan Dalam Negeri AS dipegang oleh Kristi Noem, yang dikenal dengan kebijakan imigrasi yang ketat dan kampanye iklan senilai 220 juta dolar untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Harapan banyak pihak adalah bahwa Noem akan terus memimpin dengan pendekatan yang sama, namun situasi berubah secara dramatis ketika dia dicopot dari jabatannya.
Pada 23 Maret 2026, Senat memberikan suara untuk mengkonfirmasi Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri dengan hasil 54 suara mendukung dan 45 suara menentang. Pelantikan resmi berlangsung di Gedung Putih pada 24 Maret 2026, di mana Mullin menjadi anggota pertama dari Cherokee Nation yang bergabung dengan kabinet presiden. Ini adalah langkah yang signifikan dalam konteks representasi minoritas dalam pemerintahan AS.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada posisi Mullin, tetapi juga pada kebijakan DHS ke depan. Dalam pidato pelantikannya, Mullin menyatakan bahwa tujuannya adalah agar DHS tidak menjadi berita utama setiap hari, menunjukkan keinginan untuk mengurangi ketegangan dan kontroversi yang sering mengelilingi departemen tersebut. Hal ini berbeda dengan pendekatan Noem yang lebih agresif dalam menangani isu-isu imigrasi.
Reaksi terhadap pelantikan Mullin bervariasi. Sementara Donald Trump memuji Mullin sebagai patriot Amerika yang hebat dan mantan petarung MMA, ada suara skeptis dari kalangan politik. Rep. Delia Ramirez menyebut Mullin sebagai loyalis Trump, anti-imigran, dan tidak kompeten, menunjukkan bahwa tidak semua pihak mendukung perubahan ini.
Dalam konteks ini, penting untuk mencatat bahwa Senator Rand Paul memberikan suara menentang konfirmasi Mullin, dan ia mengalami tujuh tulang rusuk yang patah, menambah drama pada proses konfirmasi tersebut. Meskipun demikian, Mullin berhasil mendapatkan dukungan mayoritas di Senat, yang menunjukkan adanya kepercayaan dari sebagian besar anggota terhadap kemampuannya untuk memimpin DHS.
Markwayne Mullin sebelumnya menjabat di Senat dan memiliki pengalaman politik yang cukup, meskipun ia mengakui bahwa ada beberapa aspek dari latar belakangnya yang tidak ia ketahui. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa siap ia untuk menghadapi tantangan yang ada di departemen yang sangat penting ini.
Dengan pelantikan Mullin, banyak yang bertanya-tanya bagaimana kebijakan imigrasi dan keamanan dalam negeri akan berubah. Apakah ia akan mampu mengurangi kontroversi yang sering mengelilingi DHS, atau justru akan memperburuk situasi? Detail tetap belum terkonfirmasi, dan waktu akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Secara keseluruhan, pelantikan Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri AS menandai perubahan signifikan dalam arah kebijakan pemerintah, dan banyak yang akan mengamati langkah-langkah yang diambilnya dalam beberapa bulan mendatang.













