Pada 19 Maret 2026, Lyon menghadapi Celta Vigo di Groupama Stadium dalam pertandingan leg kedua Liga Europa. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 pada leg pertama di kandang Celta Vigo.
Di awal pertandingan, Lyon harus bermain dengan 10 pemain setelah Moussa Niakhaté menerima kartu merah pada menit ke-19. Meskipun bermain dengan jumlah pemain yang kurang, Lyon berusaha untuk mempertahankan keunggulan agregat mereka.
Namun, Celta Vigo berhasil mencetak gol pertama melalui Javi Rueda pada menit ke-64, yang membuat Lyon dalam posisi sulit. Gol ini menjadi momentum bagi Celta Vigo untuk mengendalikan permainan.
Menjelang akhir pertandingan, Ferran Jutglà menambah keunggulan Celta Vigo dengan gol kedua pada menit ke-86. Dengan skor akhir 0-2, Lyon tersingkir dari kompetisi dengan agregat 1-3.
Kekalahan ini sangat berarti bagi Lyon, yang sebelumnya memiliki rekor tak terkalahkan dalam delapan pertandingan kandang terakhir di Liga Europa. Pelatih Paulo Fonseca mengungkapkan bahwa timnya belum siap bermain selama 90 menit, tetapi melihat kembalinya pemain sebagai hal yang positif.
“Kami harus tetap seimbang karena Celta sangat berbahaya dalam serangan balik… Kami harus bersabar karena jika kami hanya berpikir untuk menyerang, kami berisiko terjebak,” kata Fonseca, menyoroti tantangan yang dihadapi timnya.
Dengan hasil ini, Celta Vigo melanjutkan perjalanan mereka di Liga Europa, sementara Lyon harus merenungkan performa mereka dan mencari cara untuk kembali lebih kuat di kompetisi mendatang.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya setiap pertandingan dalam kompetisi Eropa, di mana kesalahan kecil dapat berakibat fatal. Lyon kini harus fokus pada perbaikan tim untuk musim depan.











