Setelah awal yang menjanjikan di musim 2025-2026, performa Chelsea mengalami penurunan yang signifikan. Tim ini telah mengalami empat kekalahan berturut-turut di berbagai kompetisi, mencetak hanya 2 gol dan kebobolan 12 gol. Penurunan ini terjadi setelah Chelsea tersingkir lebih awal dari UEFA Champions League 2025-2026 dengan kekalahan agregat 8-0 dari PSG.
Dalam konteks ini, posisi Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea tetap dipertahankan untuk musim depan. Keputusan ini diambil meskipun timnya saat ini berada dalam risiko gagal finis di empat besar liga domestik. Petinggi klub di bawah naungan BlueCo dilaporkan tetap berkomitmen untuk mempertahankan visi jangka panjang, meskipun hasil di lapangan tidak sesuai harapan.
Rosenior, yang diangkat pada Januari 2026 untuk menggantikan Enzo Maresca, memiliki kontrak yang berlaku hingga Juni 2032. Manajemen Chelsea percaya bahwa 65-70 pertandingan diperlukan untuk mengevaluasi kinerjanya secara adil. “Mereka merasa bahwa 19 pertandingan masih terlalu singkat untuk menilai kinerjanya,” ungkap sumber dari klub.
Awal masa kepelatihan Rosenior terlihat menjanjikan dengan catatan 7 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 2 kekalahan di semua kompetisi. Namun, performa buruk belakangan ini, termasuk tidak mampu mencetak gol melawan Newcastle United dan Everton, menambah tekanan pada pelatih dan tim.
Keputusan untuk mempertahankan Rosenior datang di saat Chelsea mengalami serangkaian hasil negatif. “Liam Rosenior diprediksi akan tetap berada di Stamford Bridge dan melanjutkan tugasnya sebagai pelatih musim depan,” kata seorang sumber. Dengan situasi yang ada, perhatian kini tertuju pada bagaimana tim akan beradaptasi dan berusaha memperbaiki performa mereka di sisa musim ini.













