Lapak Asik, platform layanan digital milik BPJS Ketenagakerjaan, telah resmi diluncurkan pada 1 April 2026. Transformasi digital ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan memberikan kepastian waktu bagi peserta dalam mengakses layanan.
Dengan Lapak Asik, peserta kini dapat mendaftar antrean kapan saja dan dari mana saja melalui smartphone mereka. Sistem antrean online ini memungkinkan peserta untuk merencanakan kedatangan secara lebih pasti, sehingga mengurangi waktu tunggu di kantor cabang.
Peserta memiliki opsi untuk memilih metode layanan, baik melalui video call maupun datang langsung ke kantor cabang. Bagi mereka yang mendaftar, sistem akan mengirimkan barcode antrean dan notifikasi estimasi waktu layanan, yang diharapkan dapat mempercepat proses.
Lapak Asik juga memungkinkan pengajuan klaim untuk program seperti Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kematian (JKM). Proses pendaftaran di platform ini tidak dipungut biaya, memberikan kemudahan akses bagi semua peserta.
Menurut Suci Rahmad, “Bagi peserta yang memilih layanan langsung, sistem akan menampilkan jadwal kehadiran atau estimasi waktu dilayani.” Dengan konsep “daftar online, datang sesuai jadwal, selesai tepat waktu”, layanan ini diharapkan memberikan pengalaman yang lebih cepat, praktis, dan efisien.
Lapak Asik dirancang untuk meminimalisir tumpukan antrian di kantor cabang, sehingga pelayanan dapat lebih terencana dan merata. Inovasi ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan yang lebih baik bagi seluruh peserta.
Peserta yang ingin menggunakan layanan ini harus mengisi data pengajuan klaim, termasuk Nomor Kartu Peserta Jamsostek (KPJ) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Layanan ini dapat diakses melalui alamat resmi lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id.
“Kami berharap semakin banyak peserta memanfaatkan layanan mandiri berbasis digital, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” tambah Suci Rahmad.
Lapak Asik merupakan singkatan dari Layanan Tanpa Kontak Fisik, sebuah kanal resmi yang disediakan untuk memudahkan peserta dalam melakukan klaim secara daring. Details remain unconfirmed.














