Menjelang Hari Raya Idulfitri, usaha pembuatan kue lebaran di Kepulauan Seribu mulai menggeliat. Juriah, yang telah menekuni usaha ini sejak tahun 2007, melaporkan bahwa tahun ini permintaan kue meningkat. Ia memproduksi sekitar 10 jenis kue kering dan telah menerima 500 toples kue pesanan, meningkat dari 400 toples tahun lalu.
Nastar menjadi kue yang paling banyak diminati oleh pembeli. Juriah menyatakan, “Alhamdulillah tahun ini permintaannya meningkat.” Hal ini menunjukkan bahwa tradisi menyajikan kue lebaran masih sangat dihargai oleh masyarakat.
Fitri Novianti, yang menjalankan usaha kue lebaran dengan brand Juna Cookies sejak tahun 2017, juga merasakan dampak positif dari meningkatnya permintaan. Ia memiliki 20-30 pelanggan tetap setiap musim Lebaran dan meraih omzet mencapai 3 juta rupiah setiap tahunnya. Fitri menekankan pentingnya menjaga kualitas produk agar pelanggan tetap percaya.
Sementara itu, Sri Kasnita, yang juga terlibat dalam usaha kue lebaran, tetap membuka pesanan meski dalam kondisi khawatir akan banjir susulan. Ia memproduksi kue kering seperti chocho chips, nastar, kembang goyang, dan akar kelapa. Sri menggunakan dapur rumah dan satu oven berukuran sedang untuk memproduksi kue-kue tersebut.
Dalam proses produksinya, Sri menggunakan 18 kilogram tepung untuk membuat kue dan menjualnya dengan harga berkisar antara 80.000 hingga 160.000 rupiah per kilogram. Ia menyatakan, “Karena mata pencaharian suami belum bisa jalan, baju Lebaran juga belum ada khususnya untuk anak-anak.”
Usaha pembuatan kue lebaran ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sariani Tambunan, seorang pelaku usaha lainnya, menambahkan, “Membantu ini, kita juga kan jadi ada pemasukan buat setidaknya sehari-hari lah, dan tabungan buat Lebaran nanti.”
Dengan meningkatnya permintaan kue lebaran, para pelaku usaha di Kepulauan Seribu menunjukkan semangat dan kreativitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat Lebaran identik dengan tradisi berkunjung ke rumah keluarga dan orang terdekat untuk bersilaturahmi serta saling bermaafan.













