wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Kredit Bermasalah: Potensi Kenaikan di Sektor Perbankan

kredit bermasalah — ID news

“Hal ini tentu berpotensi dapat meningkatkan potensi kenaikan kredit bermasalah, Non-Performing Loan, serta kebutuhan pencadangan atau CKPN (cadangan kerugian penurunan nilai),” ujar Dian Ediana Rae, menyoroti risiko yang dihadapi sektor perbankan saat ini.

Risiko kredit bermasalah dapat meningkat akibat konflik yang berlangsung lama di Timur Tengah. Situasi ini diperburuk oleh kenaikan harga energi dan tekanan inflasi yang dapat menurunkan profitabilitas perusahaan serta kemampuan membayar debitur.

Kenaikan kredit bermasalah diperkirakan akan terjadi terutama pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta konsumsi, yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Menurut data terbaru, rasio permodalan atau CAR per Februari 2026 adalah 25,83 persen, menunjukkan bahwa perbankan masih memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi risiko ini.

Namun, rasio Non-Performing Loan (NPL) juga tercatat pada angka 2,17 persen, yang menandakan adanya peningkatan dalam kredit bermasalah.

Rasio AL/DPK per Februari 2026 adalah 121,29 persen, sementara rasio AL/NCD mencapai 27,4 persen, menunjukkan likuiditas yang cukup baik di sektor perbankan.

Liquidity Coverage Ratio (LCR) juga berada pada angka 195,64 persen, yang berarti perbankan memiliki likuiditas jangka pendek yang memadai untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dian Ediana Rae menambahkan, “Ini masih jauh di atas threshold dan masih mencukupi untuk memiliki likuiditas jangka pendek perbankan ke depan.”

Dengan kondisi ini, penting bagi sektor perbankan untuk terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko kredit bermasalah.

Details remain unconfirmed.