Apakah indeks Kospi mampu mempertahankan momentum kenaikannya? Pada 24 Maret 2026, indeks Kospi naik 2,74% dan ditutup pada 5.554, menunjukkan pemulihan yang kuat di pasar saham Korea Selatan.
Kenaikan ini didukung oleh peningkatan 3,20% pada indeks Kospi 200 berjangka yang ditutup pada 830,75. Dari 895 saham yang diperdagangkan, 705 saham ditutup menguat sementara 190 saham melemah.
Harga minyak mentah WTI juga mengalami penurunan sekitar 5% ke bawah $88 per barel, memberikan dampak positif bagi pasar. Saham-saham besar seperti Samsung Electronics, SK hynix, dan LG Energy Solution menjadi penggerak utama dalam kenaikan indeks Kospi.
Optimisme di pasar dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang dianggap sebagai katalis bagi rebound pasar. “Kospi membuka perdagangan rebound kuat imbas pulihnya saham Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran,” ungkap analis pasar.
Selain itu, bursa saham Asia secara keseluruhan menunjukkan tren positif dengan KOSPI menguat 2%. Hal ini mencerminkan sentimen positif yang lebih luas di pasar global.
“Bursa Saham Asia tersengat sentimen peningkatan harapan de–eskalasi di Timur Tengah,” tambah sumber lain. Dengan situasi geopolitik yang lebih stabil, investor menunjukkan minat yang lebih besar terhadap saham-saham di Korea Selatan.
Indeks harian Kospi rebound dari posisi terendah 2 pekan sebelumnya, menunjukkan bahwa pasar mulai pulih dari ketidakpastian yang melanda sebelumnya. Namun, detail lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang dari situasi ini masih belum terkonfirmasi.
Dengan latar belakang perang AS-Iran yang mungkin akan segera berakhir, pasar saham di Korea Selatan dan Asia diharapkan dapat terus menunjukkan tren positif. Namun, ketidakpastian tetap ada dan investor diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan selanjutnya.














