Komet C/2026 A1 (MAPS) akan mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada 4 April 2026, dengan jarak sekitar 162.000 km. Komet ini diperkirakan dapat diamati dari Bumi selama 5 hari di bulan April, memberikan kesempatan bagi pengamat langit untuk melihat fenomena langit yang menarik.
Komet ini tergolong dalam kelompok Kreutz dan ditemukan pada 13 Januari 2026. Menurut astronom, komet ini berpotensi menjadi tontonan langit yang mengesankan atau bahkan bisa hancur sepenuhnya. “Komet ini bisa berkembang menjadi ‘komet besar’ sejati atau hancur sepenuhnya,” ujar Harald Krüger, seorang astronom terkemuka.
Setelah perihelion, komet C/2026 A1 (MAPS) akan tampak di langit senja di rasi Cetus. Selain itu, komet C/2025 R3 (PanSTARRS) juga akan tampak sebelum fajar di awal sampai pertengahan April, menambah keindahan langit malam.
Hujan meteor Lyrid diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 21-22 April 2026, dengan intensitas maksimum sekitar 18 meteor per jam. Sementara itu, perigee Bulan akan terjadi pada 19 April 2026, dan fenomena Pink Moon akan terlihat pada 1-2 April 2026.
Elongasi Merkurius akan terjadi pada 3 April 2026, memberikan lebih banyak kesempatan bagi pengamat untuk menikmati keindahan langit. “Kejelasan langit di masa peralihan musim ini menjadi kesempatan emas untuk mengamati langit,” tambah seorang ahli astronomi.
Okultasi Asteroid 1201 Strenua akan terjadi pada 26 April 2026, menambah daftar fenomena langit yang menarik untuk diamati pada bulan tersebut. Komet C/2026 A1 (MAPS) adalah komet pelintas dekat Matahari yang ditemukan oleh astronom amatir, dan kehadirannya di langit diharapkan dapat menarik perhatian banyak orang.
Dengan berbagai fenomena langit yang terjadi pada bulan April 2026, pengamat langit di seluruh dunia diharapkan dapat menikmati pengalaman yang luar biasa. Namun, detail mengenai perilaku komet ini masih belum dapat dipastikan, sehingga pengamat disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru.












