Sidang isbat untuk penetapan Lebaran 2026 akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026. Acara ini akan dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal, dan akan dilanjutkan dengan sidang isbat yang dilaksanakan secara tertutup untuk umum pada pukul 18.00 WIB. Pengumuman hasil sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.25 WIB.
Pemerintah memperkirakan bahwa Idul Fitri 2026 akan jatuh pada 21 Maret 2026, sementara Muhammadiyah menetapkan tanggal tersebut pada 20 Maret 2026. Perbedaan ini mencerminkan adanya variasi dalam metode penentuan awal bulan Hijriah yang sering terjadi setiap tahun.
Sidang isbat ini melibatkan pakar astronomi dari berbagai instansi untuk menentukan ketinggian dan posisi hilal. Hasil perhitungan astronomi menunjukkan bahwa ketinggian hilal pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0 derajat 57 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, dengan elongasi bulan berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.
Abu Rokhman, seorang tokoh masyarakat, mengingatkan umat Islam untuk tetap tenang dan menunggu keputusan pemerintah dalam sidang isbat yang akan berlangsung. “Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah dihormati sebagai dinamika keilmuan, dengan tetap menjaga persatuan dan saling menghormati,” ujarnya.
Thomas Djamaluddin, seorang astronom, menambahkan bahwa menurut kriteria Turki, 1 Syawal 1447 akan jatuh pada 20 Maret 2026. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan astronomi dapat menghasilkan tanggal yang berbeda tergantung pada metode yang digunakan.
Dengan adanya sidang isbat ini, masyarakat diharapkan dapat memahami lebih baik mengenai penetapan tanggal Lebaran dan pentingnya perhitungan astronomi dalam menentukan awal bulan Hijriah. Kemenag akan mengumumkan tanggal Lebaran 2026 setelah sidang isbat selesai.
Details remain unconfirmed.













