Key moments
Kapal tanker Malaysia bernama Ocean Thunder telah berhasil melintasi Selat Hormuz, membawa muatan sekitar satu juta barel minyak mentah Basrah Heavy yang disewa oleh Petronas untuk diangkut dari Irak. Kapal ini diperkirakan akan membongkar muatannya di Pengerang, Johor, pada pertengahan April mendatang.
Penting untuk dicatat bahwa tujuh kapal terkait Malaysia telah mendapatkan izin dari Iran untuk melintasi Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran paling penting di dunia, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran atas izin pelintasan ini, menegaskan komitmen Malaysia terhadap prinsip kebebasan navigasi dan keselamatan jalur maritim.
Kedutaan Besar Iran menyatakan, “Kami telah mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya. Kapal Malaysia pertama telah melintasi Selat Hormuz.” Pernyataan ini menunjukkan adanya hubungan diplomatik yang positif antara Malaysia dan Iran di tengah ketegangan regional.
Sejak dimulainya perang AS-Israel pada 28 Februari, situasi di Selat Hormuz menjadi semakin kompleks. Kementerian Luar Negeri Malaysia mengonfirmasi pelintasan kapal Malaysia beberapa minggu setelah konflik tersebut dimulai. Dalam konteks ini, tujuh kapal berbendera Malaysia, termasuk tiga kapal milik Petronas, terjebak di Selat Hormuz, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh kapal-kapal di wilayah tersebut.
Menurut data, sekitar 20-30% dari konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz setiap harinya, menjadikannya sebagai jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Namun, Iran telah menegaskan bahwa kapal-kapal dari negara yang dianggap sebagai musuh tidak akan diizinkan melintas, menambah ketegangan di kawasan tersebut.
Filipina juga telah mencapai kesepakatan dengan Iran untuk pelintasan kapal berbendera Filipina melalui Selat Hormuz, dengan Iran menjamin pelintasan yang aman bagi kapal-kapal tersebut. Ini menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan berusaha untuk menjaga jalur perdagangan mereka tetap terbuka meskipun ada ketegangan yang meningkat.
Dialog, diplomasi, dan langkah-langkah pembangunan kepercayaan seperti ini adalah satu-satunya jalan ke depan, menurut Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. Namun, detail mengenai kondisi di mana sejumlah kapal berhasil melalui Selat Hormuz masih belum jelas. Selain itu, belum ada informasi apakah kapal-kapal tersebut membayar untuk melintasi selat tersebut. Details remain unconfirmed.













