Sebelum perkembangan terbaru ini, Kamboja dikenal sebagai tempat yang mengabaikan pengawasan internasional terkait penipuan dan kejahatan. Royal Hill Casino, yang terletak di O Smach, merupakan salah satu kompleks perjudian terbesar di negara ini dan memiliki reputasi buruk sebagai pusat penipuan.
Pada bulan Desember 2025, situasi semakin memburuk ketika Angkatan Udara Thailand membombardir Royal Hill selama konflik perbatasan. Ini menjadi momen krusial yang memicu perhatian internasional terhadap aktivitas ilegal di Kamboja.
Sejak saat itu, pemerintah Kamboja, di bawah kepemimpinan Hun Sen, mulai menghadapi tekanan untuk menanggapi masalah penipuan yang merusak perekonomian dan reputasi negara. Dalam beberapa bulan terakhir, mereka telah mulai melakukan tindakan tegas terhadap sindikat penipuan, termasuk penangkapan Chen Zhi, seorang pengusaha asal China yang diekstradisi ke negaranya pada Januari 2026.
Ly Yong Phat, seorang taipan yang memiliki hubungan dekat dengan klan penguasa, juga menjadi sorotan. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan sekitar 200 lisensi kasino dalam tiga dekade terakhir, kritik terhadap ketidakmampuan mereka untuk mengatasi penipuan semakin meningkat.
Langkah-langkah baru ini diambil setelah lebih dari 10.000 pekerja asing dipulangkan dari kompleks penipuan di Kamboja, menunjukkan dampak langsung dari tindakan pemerintah. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Kamboja terhadap industri perjudian dan penipuan.
Di sisi lain, Kamboja juga berusaha menarik investasi asing dengan menawarkan kewarganegaraan kepada pemain sepak bola asing. Untuk mendapatkan kewarganegaraan, individu harus berinvestasi sebesar 1,25 miliar Riel atau menyumbang 1 miliar Riel kepada pemerintah. Saat ini, enam pemain yang lahir di luar negeri mewakili tim nasional sepak bola Kamboja.
AFF Championship 2026 yang akan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, menjadi ajang penting bagi tim nasional Kamboja yang berada di Grup A bersama Indonesia, Vietnam, dan Singapura.
Hun Sen mengungkapkan bahwa industri perjudian yang tidak teratur telah menghancurkan perekonomian dan reputasi Kamboja. “Setiap kali kami mendengar bom—bangunan terkadang berguncang—kami ketakutan. Tetapi kemudian kami harus kembali masuk dan bekerja lagi,” ungkap seorang pekerja di Royal Hill, mencerminkan ketegangan yang dirasakan di lapangan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa Kamboja sedang berusaha untuk beradaptasi dengan tuntutan global dan memperbaiki citranya di mata dunia. Namun, tantangan besar masih ada, dan detail lebih lanjut mengenai langkah-langkah ini tetap belum terkonfirmasi.














