wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Kabais TNI: Yudi Abrimantyo Serahkan Jabatan di Tengah Kasus Penyiraman Air Keras

kabais tni — ID news

Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada 25 Maret 2026 di Mabes TNI, Jakarta Timur. Penyerahan jabatan ini dilakukan di tengah proses investigasi terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, yang mengalami luka bakar sebesar 24 persen di tubuhnya akibat insiden tersebut.

Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Nasrullah, menyatakan bahwa penyerahan jabatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban. “Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia.

Yudi Abrimantyo menjabat sebagai Kabais TNI sejak Maret 2024, berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/329/III/2024. Sebelum menjabat sebagai Kabais, Yudi memiliki pengalaman yang luas di bidang intelijen dan pernah menduduki beberapa posisi strategis di TNI dan Kementerian Pertahanan.

Dalam konteks penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Mabes TNI mengonfirmasi bahwa terduga pelaku adalah anggota Denma Bais. Empat orang terduga pelaku berasal dari TNI AU dan AL, yaitu Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Yudi Abrimantyo, yang lulus dari Akademi Militer pada tahun 1989, sebelumnya menjabat sebagai Paban Utama A-5 Dit A BAIS TNI dari 2016 hingga 2018, Bandep Urusan Sosial Budaya Deputi Bidang Pengembangan Setjen Wantanas dari 2018 hingga 2020, serta Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan dari 2020 hingga 2021.

Selanjutnya, Yudi menjabat sebagai Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional Kementerian Pertahanan dari 2021 hingga 2024. Pengalaman dan latar belakangnya di bidang intelijen serta Kopassus membuatnya menjadi sosok yang berpengaruh dalam struktur TNI.

TNI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI. “Tentara Nasional Indonesia menegaskan komitmennya dengan menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI,” tambah Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Details remain unconfirmed mengenai langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh TNI terkait kasus ini. Investigasi masih berlangsung dan publik menunggu hasilnya.