wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Kabais TNI: Penyerahan Jabatan Setelah Kasus Penyiraman Air Keras

kabais tni — ID news

Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja melakukan serah terima jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Penyerahan ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah terungkapnya kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang mengakibatkan luka bakar sebesar 24 persen pada tubuhnya.

Jabatan Kabais yang sebelumnya dijabat oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan. Yudi Abrimantyo menjabat Kabais TNI sejak 22 Maret 2024 dan mengundurkan diri setelah kasus penyiraman air keras tersebut mencuat ke publik.

Dalam pernyataannya, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyatakan, “Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais.” Ia juga menegaskan komitmen TNI untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus melibatkan empat anggota Bais TNI yang telah ditangkap sebagai pelaku. Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto mengonfirmasi bahwa keempat pelaku tersebut merupakan anggota dari Denma Bais TNI.

“Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI,” ungkap Yusri Nuryanto.

Penyidikan terhadap keempat anggota Bais TNI yang diduga terlibat dalam penganiayaan masih berlangsung, dengan Puspom TNI yang bertanggung jawab atas proses ini. Mayjen Aulia Dwi Nasrullah meminta publik untuk bersabar dan menunggu sampai seluruh proses penyidikan selesai dilaksanakan.

Kasus ini menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam institusi militer, terutama terkait tindakan anggota yang melanggar hukum. TNI berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pelanggaran akan ditindaklanjuti dengan serius.

Dengan serah terima jabatan ini, diharapkan akan ada langkah-langkah perbaikan dalam manajemen intelijen strategis di TNI, serta penegakan disiplin yang lebih ketat terhadap anggota yang terlibat dalam tindakan kriminal.

Details remain unconfirmed.