Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Indonesia, meninggal dunia pada usia 84 tahun pada 28 Maret 2026. Ia meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada pukul 13.45 WIB.
Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942. Ia dikenal sebagai akademisi independen dan tidak berpartai, serta pernah menjabat sebagai Duta Besar untuk Inggris dari 2001 hingga 2004.
Selama karier politiknya, Juwono menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Bersatu dan merupakan Menteri Pertahanan pertama dari kalangan sipil sejak era Orde Baru. Ia juga menjabat di empat era presiden: Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, mengkonfirmasi berita kematian Juwono dan menyatakan, “Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah meninggal dunia Prof. Dr. Juwono Sudarsono Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu.”
Jenazahnya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada 29 Maret 2026. Reaksi terhadap kepergiannya datang dari berbagai kalangan, termasuk Dave Laksono yang menyebutnya sebagai sosok negarawan sekaligus akademisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi sektor pertahanan Indonesia.
“Beliau selalu menekankan pentingnya dialog, rasionalitas, dan moralitas dalam setiap kebijakan,” tambah Dave Laksono.
Juwono Sudarsono meninggalkan warisan yang mendalam dalam dunia pertahanan dan akademik di Indonesia. Ia diingat sebagai sosok yang berkomitmen pada prinsip-prinsip yang kuat dalam kebijakan publik.
Wiranto-lah yang pertama kali mengajukan nama Pak Juwono sebagai Menteri Pertahanan, menunjukkan betapa dihormatinya ia dalam lingkup pemerintahan.
Kepergian Juwono Sudarsono menjadi kehilangan besar bagi banyak orang yang mengenalnya, baik sebagai pemimpin maupun sebagai pendidik.













