wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Joe Kent Mengundurkan Diri dari Pusat Kontra Terorisme AS

joe kent — ID news

Angka-angka

Joe Kent, direktur Pusat Kontra Terorisme AS, mengumumkan pengunduran dirinya pada 17 Maret 2026, sebagai bentuk protes terhadap perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, Kent menyatakan bahwa ia tidak dapat mendukung perang ini dengan hati nurani yang bersih.

Kent, yang sebelumnya merupakan anggota Ranger Angkatan Darat AS dan anggota Angkatan Khusus dengan 11 kali penempatan tempur di Timur Tengah, merujuk pada kematian istrinya yang terjadi akibat serangan bom bunuh diri ISIL di Suriah pada tahun 2019. Ia menekankan bahwa perang ini adalah hasil dari tekanan yang diberikan oleh Israel dan lobi Amerika yang kuat.

Sejak dimulainya perang, setidaknya 13 tentara AS telah tewas, dan lebih dari 1.444 orang di Iran serta 20 orang di seluruh kawasan Teluk juga dilaporkan tewas. Kent mengkritik kampanye informasi yang menurutnya telah merusak platform “America First” yang didukung oleh mantan Presiden Donald Trump.

Pengunduran diri Kent merupakan yang paling menonjol dari pemerintahan Trump sejak serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Kent sebelumnya dikonfirmasi dalam posisinya dengan suara 52-44 pada Juli 2025, menunjukkan dukungan yang terbagi di kalangan anggota Senat.

Dalam suratnya, Kent menyatakan, “Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika dan tidak membenarkan biaya nyawa Amerika.” Pernyataan ini mencerminkan ketidakpuasan yang berkembang di dalam basis pemilih Trump mengenai justifikasi untuk penggunaan kekuatan di Iran.

Donald Trump merespons pengunduran diri ini dengan menyatakan, “Saya selalu berpikir dia lemah dalam keamanan.” Sementara itu, Senator Mark Warner menanggapi dengan mengatakan bahwa kekhawatiran Kent tentang perang di Iran adalah hal yang dapat dibenarkan, menekankan bahwa tidak ada bukti kredibel mengenai ancaman yang mendesak dari Iran yang dapat membenarkan keterlibatan AS dalam perang ini.

Kent juga menggarisbawahi bahwa perang ini tidak hanya berisiko bagi tentara AS tetapi juga dapat memperburuk situasi di kawasan tersebut. Dengan meningkatnya ketegangan dan jumlah korban jiwa, pertanyaan tentang kebijakan luar negeri AS dan peran Israel dalam konflik ini semakin mendesak untuk dijawab.

Pengunduran diri Kent menyoroti ketidakpastian dan ketidakpuasan yang lebih luas di dalam pemerintahan Trump mengenai perang dan strategi keamanan nasional. Masyarakat dan pengamat kini menunggu reaksi lebih lanjut dari pemerintah dan bagaimana langkah selanjutnya akan diambil dalam menghadapi situasi yang semakin rumit ini.