wartawarganews

Latest News, Stories and Updates from Citizens

Jembatan Cirahong: Revitalisasi dan Pungutan Liar

jembatan cirahong — ID news

Jembatan Cirahong, yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, sedang mengalami revitalisasi yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Revitalisasi ini dilakukan sebagai respons terhadap dugaan praktik pungutan liar di area jembatan, yang telah mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memasang spanduk bertuliskan ‘Tidak Dipungut Biaya’ pada 5 April 2026, sebagai langkah awal untuk menanggulangi masalah tersebut. Namun, Kepala Desa Margaluyu, Dian Cahyadinata, menolak kebijakan penghapusan pungli, menyatakan bahwa ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Jembatan Cirahong kini telah ditata dengan baik, termasuk penataan bantalan dan pemasangan penerangan. “Jembatan Cirahong kini sudah bantalannya tertata rapih. Di atasnya ada lampu yang sifatnya sementara agar tidak mengalami kegelapan ketika lewat,” ujarnya.

Sejarah Jembatan Cirahong juga tidak bisa diabaikan. Jembatan ini memiliki catatan kelam, dengan tragedi maut yang terjadi pada 12 Mei 1955, di mana kecelakaan kereta api merenggut puluhan nyawa. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di area tersebut.

Pemerintah juga berencana untuk mengembangkan kawasan sekitar Jembatan Cirahong menjadi pusat ekonomi dan wisata, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dedi Mulyadi memperingatkan bahwa pungutan tanpa dasar hukum akan ditindak secara pidana, menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum.

Dengan revitalisasi ini, diharapkan arus lalu lintas di Jembatan Cirahong akan semakin lancar. “Adanya petugas relawan yang bertugas berjaga di situ, ini mah muklis keinginan dorongan hati nurani dari petugas relawan yang ingin agar lalu lintas dari arah Ciamis ke Tasik atau sebaliknya supaya tidak terjadi kecelakaan, supaya lalu lintasnya lancar,” tambah Dian Cahyadinata.

Namun, meskipun langkah-langkah telah diambil, tantangan tetap ada. Dian Cahyadinata mengingatkan, “Bapak Gubernur tolonglah bijaksana dalam menyikapinya, jangan menyikapinya hanya karena ingin terkenal atau pun lain sebagainya.” Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara pemerintah dan masyarakat lokal mengenai kebijakan yang diterapkan.

Jembatan Cirahong bukan hanya infrastruktur penghubung, melainkan juga bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dihormati. Dengan revitalisasi ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaatnya tanpa adanya pungutan liar yang mengganggu.