“No to war and Free Palestine,”
Bardem, yang dikenal sebagai pendukung hak asasi manusia Palestina selama bertahun-tahun, mengenakan pin bertuliskan “No to War” sebagai simbol protes terhadap perang. Ia menyebut situasi di Gaza sebagai genosida, merujuk pada laporan dari Asosiasi Internasional Pakar Genosida (IAGS) yang telah mempelajari kondisi di wilayah tersebut.
Pidato Bardem tidak hanya menggugah perhatian, tetapi juga mendapatkan sambutan hangat dari penonton yang memberikan aplaus. Dalam acara tersebut, ia juga menyampaikan penghargaan untuk Best International Feature Film, yang dimenangkan oleh film “Sentimental Value”.
Acara Oscar 2026 dipandu oleh Conan O’Brien, yang menambahkan suasana meriah meskipun latar belakang konflik yang serius. Bardem, dengan pidatonya, berhasil membawa isu-isu global ke tengah perhatian publik, mengingatkan semua orang akan tanggung jawab moral dalam menghadapi perang dan kekerasan.
“Saya mengenakan pin yang saya gunakan pada tahun 2003 saat perang Irak, yang merupakan perang ilegal, dan kita di sini, 23 tahun kemudian, dengan perang ilegal lainnya,” tambah Bardem, menyoroti siklus kekerasan yang terus berulang.
Dengan pernyataannya, Bardem berharap untuk mendorong dialog dan kesadaran tentang isu-isu kemanusiaan yang mendesak. Ia telah menggunakan kesempatan di karpet merah sebelumnya untuk menyoroti konflik Palestina, dan pidatonya di Oscar kali ini merupakan kelanjutan dari komitmennya.
Acara tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut, menjadikan pernyataan Bardem semakin relevan. Masyarakat internasional terus mengamati perkembangan situasi ini, dan pidato Bardem menambah suara dalam seruan untuk perdamaian.
Selanjutnya, banyak yang menantikan bagaimana reaksi dari tokoh-tokoh politik dan masyarakat terhadap pernyataan Bardem, serta langkah-langkah apa yang akan diambil untuk mendukung perdamaian di wilayah yang dilanda konflik ini.
Details remain unconfirmed.














