The numbers
Pertandingan persahabatan antara Jepang dan Inggris di Wembley Stadium berakhir dengan kemenangan Jepang 1-0. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Jepang, karena merupakan kekalahan pertama bagi Inggris dalam pertandingan persahabatan melawan Jepang. Kaoru Mitoma mencetak gol tunggal dalam pertandingan ini pada menit ke-23, yang menjadi penentu hasil akhir.
Inggris, yang sebelumnya memiliki enam pertandingan kemenangan berturut-turut, mengalami penurunan performa yang signifikan. Dalam pertandingan ini, tim asuhan Thomas Tuchel hanya mampu mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran, menunjukkan kurangnya efektivitas dalam serangan. Sebelum menghadapi Jepang, Inggris juga hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Uruguay dalam pertandingan sebelumnya.
Thomas Tuchel, manajer Inggris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa timnya. “Saya bukan orang yang paling besar untuk membicarakan individu, tetapi jika kami menempatkan pemain ofensif di lapangan, kami menuntut tindakan ofensif, kreativitas, dribbling, tembakan, dan assist, dan kami jelas tidak memiliki cukup itu,” katanya. Tuchel juga menekankan pentingnya pertandingan ini sebagai bagian dari persiapan untuk Piala Dunia 2026.
Marc Guehi, salah satu pemain Inggris, menambahkan, “Ini jelas mengecewakan, tetapi kita harus realistis. Inilah mengapa kami memainkan pertandingan ini menjelang akhir musim, kami membutuhkan ujian ini sebagai tim.” Keduanya menyoroti bahwa meskipun hasilnya tidak memuaskan, pengalaman melawan tim yang terlatih dengan baik seperti Jepang sangat berharga.
Jepang, di sisi lain, merayakan kemenangan ini sebagai bagian dari tren positif mereka, yang kini telah memperpanjang kemenangan mereka menjadi empat pertandingan berturut-turut. Kemenangan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam tim Jepang, yang dipimpin oleh pelatih Hajime Moriyasu. Dengan performa yang semakin baik, Jepang menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan di level internasional.
Ben White, yang dipanggil terlambat ke skuad Inggris untuk pertandingan ini, dan Phil Foden, yang memiliki jumlah sentuhan paling sedikit di antara starter Inggris sebelum digantikan, menjadi sorotan dalam analisis pascapertandingan. Keduanya mencerminkan tantangan yang dihadapi Inggris dalam menciptakan peluang dan mempertahankan penguasaan bola.
Dengan hasil ini, Inggris harus segera bangkit, karena mereka dijadwalkan untuk menghadapi New Zealand pada 6 Juni mendatang. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki kesalahan dan kembali ke jalur kemenangan. Sementara itu, Jepang akan terus berusaha mempertahankan momentum positif mereka dalam pertandingan mendatang.
Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi Jepang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi Inggris dalam persiapan mereka menjelang kompetisi yang lebih besar. Detail remain unconfirmed.













