Jaden Ivey, pemain muda berusia 24 tahun yang sebelumnya merupakan pilihan kelima dalam NBA Draft 2022, dipecat oleh Chicago Bulls pada 30 Maret 2026. Pemain yang baru saja diperdagangkan dari Detroit Pistons pada 3 Februari 2026 ini hanya tampil dalam empat pertandingan dengan rata-rata 11,5 poin, 4,8 rebound, dan 4,0 assist per game.
Keputusan pemecatan Ivey diambil setelah ia membuat komentar kontroversial selama sesi Instagram live, di mana ia mengkritik dukungan NBA terhadap Pride Month, menyebutnya sebagai ‘ketidakbenaran’. Pernyataan ini memicu reaksi negatif dari tim dan publik, yang berujung pada penilaian bahwa perilakunya merugikan tim.
“Mereka mengatakan perilaku saya merugikan tim,” ungkap Ivey mengenai alasan pemecatannya. Ia juga mempertanyakan, “Mengapa mereka tidak sekalian mengatakan, ‘Kami tidak setuju dengan pandangannya tentang LGBTQ’?”
Pelatih Bulls, Billy Donovan, menanggapi situasi ini dengan menyatakan, “Ada tingkat harapan dan standar tertentu yang ada di sini. Kita semua harus profesional, dan harus ada tingkat saling menghormati yang tinggi di antara kita.”
Ivey, yang dikenal dengan semangat religiusnya, sering kali merujuk pada keyakinannya selama waktu singkatnya bersama Bulls. Namun, masalah cedera yang mengganggu penampilannya juga menjadi faktor yang diperhatikan.
Dengan pemecatan ini, masa depan Ivey di NBA menjadi tidak pasti. Beberapa pengamat mempertanyakan apakah tim lain akan berani mengambil risiko untuk merekrutnya setelah kontroversi ini. Details remain unconfirmed.
Selama waktu singkatnya di Chicago, Ivey menunjukkan potensi sebagai pemain, tetapi perilakunya yang kontroversial dan masalah cedera telah mengaburkan kariernya. Kini, ia harus menghadapi tantangan baru dalam mencari tim yang bersedia memberinya kesempatan kedua.














