Sebelum pertandingan playoff Piala Dunia 2026 antara Timnas Irak dan Timnas Bolivia, banyak yang mengharapkan Irak dapat mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali ke pentas dunia. Timnas Irak terakhir kali berpartisipasi di Piala Dunia pada tahun 1986, dan harapan untuk lolos setelah 40 tahun menjadi fokus utama.
Pertandingan yang berlangsung di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, pada 1 April 2026, menjadi momen krusial bagi kedua tim. Irak berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1, di mana gol pertama dicetak oleh Ali Al Hamadi pada menit ke-10, diikuti oleh gol kedua dari Aymen Hussein pada menit ke-53. Bolivia sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Moises Paniagua pada menit ke-38.
Kemenangan ini tidak hanya berarti tiket ke Piala Dunia 2026 bagi Irak, tetapi juga menandai sejarah baru bagi tim yang dikenal dengan julukan ‘The Lions of Mesopotamia’. Pelatih Graham Arnold menyatakan bahwa lolos ke Piala Dunia adalah kehormatan besar bagi semua pemain, dan mereka bertekad untuk memberikan yang terbaik di kancah internasional.
Dengan keberhasilan ini, Irak bergabung dengan Grup 9 di Piala Dunia 2026, dan Arnold berjanji akan memberikan kejutan di turnamen tersebut. “Berada di lapangan yang sama dengan pemain seperti Mbappé dan Haaland adalah kehormatan besar bagi para pemain kami,” katanya, menekankan semangat timnya untuk bersaing dengan yang terbaik.
Di sisi lain, Bolivia harus menerima kenyataan pahit setelah gagal meraih tiket terakhir ke Piala Dunia. Meskipun mereka menunjukkan permainan yang solid, hasil akhir tidak berpihak kepada mereka. Pelatih Bolivia, Bojan Hodak, berharap agar Irak dapat memberikan penampilan yang baik di Piala Dunia, menunjukkan rasa hormat terhadap kemampuan tim lawan.
Dengan hasil ini, Timnas Irak tidak hanya merayakan keberhasilan mereka, tetapi juga menandai kembalinya mereka ke panggung sepak bola dunia setelah empat dekade. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi para penggemar dan pemain Irak, yang telah lama menantikan kesempatan untuk bersaing di level tertinggi.
Irak kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemajuan sepak bola mereka di kancah internasional, dan semua mata akan tertuju pada mereka saat mereka bersiap untuk menghadapi tantangan di Piala Dunia 2026.













