Pada 30 Maret 2026, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengunjungi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Gowa, Sulawesi Selatan, untuk memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, Yusran menekankan pentingnya silaturahmi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan.
M Irfan Hafidz, seorang alumni dari MAN Asahan dan saat ini merupakan Praja di IPDN, berbagi pengalamannya dari masa studinya hingga menjadi bagian dari institusi tersebut. “Dahulu saya juga merasakan apa yang adik-adik saya rasakan hari ini. Namun hari ini, Alhamdulillah saya bisa berdiri di sini,” ungkapnya.
Irfan juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk mengejar impian mereka dan menerima tantangan dengan hati terbuka. Ia mengutip sebuah ayat dari Al-Quran, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah: 216).”
Dalam kesempatan yang sama, Gusnar Ismail, seorang pejabat di IPDN, mengungkapkan bahwa penempatan alumni IPDN di Gorontalo saat ini tidak ideal. Ia mencatat bahwa dari sekitar 200 alumni IPDN di Gorontalo, lebih dari 100 di antaranya bekerja di tingkat provinsi, yang menunjukkan konsentrasi yang tinggi di level tersebut.
Gusnar menekankan pentingnya pengembangan karier yang terstruktur, dimulai dari tingkat kabupaten atau kota. “Ini tidak ideal seharusnya mereka disebar dulu di kabupaten yang kemudian merangkak dari bawah,” ujarnya.
Kunjungan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk lebih dekat dengan institusi pendidikan dan mendukung pengembangan karier mahasiswa. Dengan adanya dukungan dari pejabat daerah, diharapkan mahasiswa IPDN dapat lebih termotivasi untuk berkontribusi dalam pemerintahan.
Reaksi dari mahasiswa dan alumni IPDN terhadap kunjungan ini umumnya positif, dengan banyak yang merasa terinspirasi oleh cerita perjalanan Irfan dan dukungan dari Bupati Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan sangat penting dalam menciptakan generasi pemimpin masa depan.
Details remain unconfirmed.













