Hubungan antara New Delhi dan Dhaka memburuk setelah revolusi tahun 2024 di Dhaka mengakhiri pemerintahan otokratis perdana menteri saat itu, Sheikh Hasina. Dalam konteks ini, India baru-baru ini mengumumkan kenaikan pajak ekspor untuk beberapa komoditas penting, termasuk solar dan avtur.
Pajak ekspor solar naik dari 21,5 rupee menjadi 55,5 rupee per liter, sementara pajak ekspor avtur meningkat dari 29,5 rupee menjadi 42 rupee per liter. Kebijakan ini diambil karena perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran mulai memengaruhi kondisi ekonomi India.
India sangat bergantung pada impor minyak mentah, dengan sekitar 90 persen kebutuhan energinya berasal dari luar negeri. Kenaikan pajak ini diharapkan dapat membantu mengatasi dampak negatif dari ketegangan internasional yang sedang berlangsung.
Sementara itu, pemerintah India juga mengusulkan langkah-langkah untuk mengamankan perbatasan dengan Bangladesh. Proposal tersebut mencakup pengerahan buaya dan ular berbisa di celah-celah sungai yang rawan. Manoj Barnwal, seorang pejabat terkait, menyatakan, “Kami telah diminta untuk menjajaki kelayakan pengerahan reptil seperti ular atau buaya di celah-celah sungai yang rawan.”
Perbatasan antara India dan Bangladesh membentang lebih dari 4.000 kilometer, dan upaya untuk memperkuat keamanan di daerah tersebut menjadi semakin mendesak. Ketegangan yang meningkat di perbatasan dapat memengaruhi stabilitas regional.
Di sisi lain, Indonesia baru saja berhasil merealisasikan pengiriman ekspor perdana bunga pala ke India. Ekspor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah dunia. Indonesia menguasai sekitar 70–75% produksi pala dunia, dan ekspor bunga pala ini akan dimanfaatkan di India sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil.
Nilai ekspor pala Indonesia diperkirakan mencapai 185,32 juta dolar AS, dengan jumlah kontainer dalam kontrak ekspor mencapai 40. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Dengan perkembangan ini, para pengamat memperkirakan bahwa ketegangan antara India dan Bangladesh akan terus berlanjut, sementara dampak dari kebijakan pajak baru juga akan terlihat dalam waktu dekat. Details remain unconfirmed.












