PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) telah mengumumkan rencana untuk melantai di Bursa Efek Hong Kong pada 25 Maret 2026. Permohonan pencatatan untuk IPO ini disampaikan pada 20 Maret 2026, dengan tujuan untuk memperluas akses kepada investor internasional.
UBS Securities Hong Kong Limited dan CITIC Securities (Hong Kong) Limited ditunjuk sebagai joint sponsors untuk proses pencatatan ini. Produksi di Tambang Emas Pani telah dimulai pada awal tahun 2026, dengan first gold pour yang terjadi pada Februari 2026. Penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dilakukan pada Maret 2026.
Seiring dengan pengumuman ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,75% ke level 7.302,12 pada 25 Maret 2026. Sebelumnya, IHSG dibuka turun ke level 7.073,762, namun berhasil menguat dengan 532 saham naik, 181 saham turun, dan 105 saham stagnan pada hari yang sama.
Mayoritas sektor saham mencatatkan penguatan, termasuk sektor energi dan keuangan. Jeffrey Hendrik, seorang analis pasar, menyatakan, “Pasar kita merespons cukup rasional dengan perkembangan terakhir yang di Timur Tengah.”
Boyke Poerbaya Abidin, CEO PT Merdeka Gold Resources, menegaskan, “Kami tetap fokus untuk meningkatkan operasi secara aman dan memberikan nilai jangka panjang, sekaligus memperluas akses terhadap pasar modal internasional.”
Permohonan pencatatan di Hong Kong ini bertujuan untuk memperluas akses Perseroan kepada investor internasional. Namun, terdapat ketidakpastian terkait pelaksanaan permohonan ini, dan kondisi pasar yang berlaku dapat mempengaruhi hasil dari Permohonan Pencatatan. Details remain unconfirmed.
Dengan langkah ini, PT Merdeka Gold Resources berharap dapat menarik lebih banyak investor dan meningkatkan visibilitasnya di pasar global. Sebagai anak usaha dari PT Merdeka Copper Gold Tbk, perusahaan ini berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi industri pertambangan di Indonesia.














